Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Kastara.ID, Jakarta – Perolehan suara sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) naik signifikan pada Jumat malam (1/3) pada pukul 22.00 WIB. Suara PSI tembus 3,09 persen atau 2.363.960 suara.

“Kenaikan itu mengejutkan karena hasil quick count dari semua lembaga survei menempatkan suara PSI kurang dari 3 persen. Karena itu, semua lembaga memprediksi PSI tidak masuk Senayan,” ungkap M Jamiluddin Ritonga, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, kepada Kastara.ID, Sabtu (2/3).

Menurut Jamil, kenaikan itu juga dipertanyakan karena terjadi hanya dalam dua jam suara PSI bertambah 19,5 ribu dari 110 TPS. Hal ini dikhawatirkan terjadi penggelembungan suara yang memang diberitakan muncul di banyak tempat.

“Selain itu, rumor adanya operasi senyap yang akan meloloskan partai politik tertentu ke Senayan juga patut diantisipasi. Setidaknya kenaikan signifikan itu harus ditelusuri apakah terkait dengan adanya operasi senyap tersebut,” jelas pengamat yang juga mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini

Untuk itu, Bawaslu dan KPU seyogyanya dapat mendeteksi hal tersebut. Sebab, kalau ada operasi senyap, hal itu sangat mencederai demokrasi. Mereka sudah mengkhianati suara rakyat dengan mengalihkan ke partai yang tidak berhak.

“Jadi, kalau KPU dan Bawaslu tidak dapat menjelaskan dan mengatasi hal itu, maka wajar kalau anak bangsa akan mempertanyakan legitimasi hasil Pileg dan Pilpres. Karena itu, KPU dan Bawaslu sebaiknya dibubarkan saja,” tandas Jamil. (dwi)