KoinWorks

Kastara.ID, Jakarta – Besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang diprediksi mencapai US$ 133 miliar membuat pemerintah Indonesia terus gencar dalam mendorong transformasi digital di berbagai
sektor.1 Salah satu sektor yang terus didorong untuk ikut serta dalam upaya transformasi ekonomi digital di Indonesia adalah sektor UKM yang telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Pemerintah melalui beberapa lembaga yang memiliki lingkup kerja yang bersinggungan dengan percepatan transformasi digital untuk UMKM pun secara aktif terus menjalankan berbagai inisiatif melalui kerja sama dengan berbagai pihak termasuk pelaku startup maupun komunitas UKM itu sendiri.

Melihat potensi ekonomi digital yang begitu besar serta dibutuhkannya sinergi antar pemangku kepentingan untuk percepatan akselerasinya, KoinWorks, sebuah platform Super Financial App di Indonesia yang fokus pada upaya digitalisasi UMKM menyelenggarakan Webinar #BangunResolusi Talks: Digitalisasi Keuangan dalam Meningkatkan Perekonomian”.

“Penghujung tahun merupakan waktu di mana umumnya masyarakat sudah akan mulai mempersiapkan resolusi tahun barunya. Semangat yang sama ini pun yang menginspirasi KoinWorks untuk
menyelenggarakan webinar bertemakan #BangunResolusi ini. Selain menjadi ajang diskusi antar pemangku kepentingan untuk meraih potensi ekonomi digital Indonesia di tahun yang akan datang, acara ini juga menjadi bentuk keseriusan KoinWorks sebagai salah satu pelaku di ekosistem ekonomi digital untuk ikut berjalan bersama pemerintah dalam mendorong lebih besar lagi transformasi digital khususnya oleh UKM, melalui ragam inovasi terbaru bagi UKM yang akan KoinWorks luncurkan di 2021 nanti.” ujar
Bernard Arifin, selaku Chief of Operating Officer KoinWorks.

Dibuka oleh keynote speech dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada sesinya Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan transformasi ekonomi digital saat ini menjadi sebuah keniscayaan dan hadirnya pandemi COVID di tahun ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh industri usaha termasuk industri UKM yang besarnya hingga 99% populasi usaha di Indonesia dan menyerap tenaga kerja hingga 97%. Namun Kementerian Koperasi dan UKM juga melihat tidak sedikit UKM yang bertahan bahkan tumbuh, salah satunya UKM yang telah terhubung dengan ekosistem
digital.

“42% UKM di Indonesia saat ini sudah menggunakan social media atau digital platform dalam merespons pandemi COVID-19. Di sisi lain juga potensi ekonomi digital Indonesia di 2025, diprediksi mencapai 1.800 triliun. Ini tentunya adalah potensi pasar yang besar, jangan sampai hal ini diambil oleh produk-produk
luar,” jelas Menteri Kemenkop UKM Teten Masduki.

Penjelasan dari Menteri Kemenkop UKM tersebut juga sejalan dengan data yang KoinWorks lihat, di mana potensi ekonomi dan transformasi digital bagi UKM ini juga terefleksikan pada UKM Digital di
portofolio KoinWorks, yang terbukti dapat lebih merespons pandemi COVID 19 dan lebih tangguh dalam menghadapi krisis akibat pandemi ini. Berdasarkan data portofolio peminjam dari sektor UKM di
KoinWorks, kami menemukan fakta bahwa bahkan selama pandemi berlangsung beberapa sektor UKM Digital masih memperoleh kenaikan transaksi penjualan, seperti sektor UKM di bidang Healthcare, serta sub-segmen Food & Beverages, Fashion & Hobi. Hal tersebut pun juga terefleksikan dari hasil penelitian Digital SMEs Business Insight yang baru-baru ini KoinWorks lakukan, di mana secara signifikan terlihat bahwa semakin banyak channel penjualan dari bisnis pelaku UKM baik melalui kombinasi offline dan online,
marketplace, media sosial dan website, maka semakin tinggi pula kepercayaan diri UKM dalam menjalankan bisnis di masa pandemi dan new normal.

Pada acara ini baik Kementerian UKM, Kemenparekraf, Bank Indonesia, SMESCO, KoinWorks juga perwakilan UKM pun setuju bahwa sinergi antara pemerintah, swasta serta komunitas UKM itu sendiri
pun sangat dibutuhkan terutama untuk dapat meraih potensi ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Sinergi ini dibutuhkan tidak hanya untuk membantu mereka masuk ke ekosistem ekonomi digital itu saja, tetapi sinergi juga dibutuhkan terutama untuk menyediakan akses pendanaan, pelatihan dan
pendampingan UKM, yang keseluruhannya juga dipercaya dapat mempercepat akselerasi digital terutama di masa new normal di tahun 2021 nanti. (mar)