Widyastuti

Kastara.ID, Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta langsung melakukan pelacakan kontak (contact tracing) secara aktif kepada orang-orang di lingkungan kegiatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) yang telah terkonfirmasi positif COVID-19.

Seperti diketahui sebelumnya, Gubernur Anies telah menjalani tes usap PCR pada Senin (30/11) dan Wagub Ariza telah menjalani tes usap PCR pada Jumat (27/11).

“Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta dan jajaran langsung melakukan pelacakan kontak. Hingga Selasa (1/12) kemarin, kami di Dinkes DKI Jakarta dan jajaran telah mencatat 158 orang telah dilakukan tes usap dari kontak erat Pak Gubernur dan 279 orang telah dilakukan tes usap dari kontak erat Pak Wakil Gubernur sehingga total pelacakan kontak kasus sejauh ini adalah 437 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti (2/12), dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Widyastuti menjelaskan, Anies dan Ariza selama ini telah rutin melakukan tes usap PCR minimal 1-2 minggu sekali sehingga relatif bisa terdiagnosis secara dini sehingga mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat.

Widyastuti menyebut pelacakan kontak menjadi lebih cepat dilakukan setelah dikonfirmasi positif. Ia juga mengapresiasi peran serta masyarakat yang aktif melapor langsung ke puskesmas untuk dilakukan tes usap PCR bila berstatus kontak erat dengan Gubernur maupun Wakil Gubernur.

“Sesuai dengan definisi dari Kemenkes bahwa kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19. Jadi pelacakan kontak (contact tracing) yang kami lakukan bukan menyatakan siapa yang tertular dari Pak Gubernur maupun Pak Wakil Gubernur, tapi siapa saja yang tertular bersama Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Data kasus konfirmasi positif hasil contact tracing bukan menentukan penularnya dari Pak Gubernur maupun Pak Wakil Gubernur, tapi menentukan klaster kasus yang bersamaan terjadi selama masa inkubasi COVID-19,” urainya.

Widyastuti mengungkapkan, dari 158 kontak erat Gubernur selama periode tracing pada Selasa (1/11), hasilnya adalah 5 orang positif, 111 lainnya negatif dan 42 orang masih menunggu hasil. Sedangkan dari 279 kontak erat Wakil Gubernur selama periode tracing 28 November-1 Desember, hasilnya adalah 19 positif, 185 negatif dan 75 orang lainnya masih menunggu hasil. Mereka yang terkonfirmasi positif kemudian menjalani isolasi mandiri ataupun perawatan sesuai dengan derajat gejala yang dialaminya.

“Sekali lagi, kami menegaskan bahwa mereka yang terkonfirmasi positif dari hasil pelacakan kontak tidak menentukan sumber penularannya adalah Pak Gubernur ataupun Pak Wakil Gubernur. Saat ini belum ditemukan kasus positif di antara mereka yang berinteraksi langsung dengan Pak Gubernur baik dari keluarga maupun tim kerja setelah Pak Gubernur dikonfirmasi positif. Kepada mereka yang terkonfirmasi positif sedang dalam proses penelusuran lebih lanjut. Beberapa kasus ditemukan bahwa periode penularan sebelum berinteraksi dengan Pak Gubernur dan merupakan bagian dari klaster keluarga masing-masing. Jadi kami mendata ada klaster terpisah yang ditemukan karena dilakukan tes masif di lingkungan kerja Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur,” terangnya.

Ia berharap, masyarakat dapat melaporkan ke Puskesmas dan dilakukan tes usap PCR secara gratis khususnya apabila termasuk kontak erat Anies maupun Ariza.

“Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh dalam pengendalian wabah COVID-19 di DKI Jakarta dengan melakukan kegiatan testingtracing, dan treatment secara masif. Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin melalui 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan rutin dengan sabun dan air mengalir,” tandasnya. (hop)

By Redaksi