Anak Sekolah di Pulau Morotai Diajak Abaikan Hoaks

Morotai

Kastara.ID, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak anak-anak sekolah di Pulau Morotai untuk seimbang dan selektif dalam menggunakan telepon seluler. Secara khusus mengajak untuk menghindari dan mengabaikan hoaks.

“Boleh mengunakan ponsel tapi jangan lupa sekolah dan jangan sembarangan follow akun-akun yang tidak dikenal. Sebaiknya kalau menerima pesan dengan isi ayo viralkan, abaikan saja karena sudah pasti beritanya tidak benar,” ajaknya usai senam pagi bersama di Taman Kota Daruba, Morotai Selatan, Pulau Morotai (3/1).

Menteri Rudiantara juga mengingatkan sebelum meneruskan informasi yang didapat, harus dipastikan dari sumber yang benar, karena perlu dikonfirmasi kebenarannya dan jangan menyebar fitnah yang tidak benar. “Kalau mau sebar yang berguna seperti pelajaran dan lain sebagainya,” tuturnya.

Baca Juga:  Teridentifikasi 1.645 Hoaks Terkait Pemilu Serentak 2019

Menteri Kominfo mendorong agar orang tua bisa mendampingi anak-anak ketika bermain dengan telepon seluler. “Sebaiknya jangan dulu bermain ponsel tetapi fokus kepada belajar, karena ke depan Pemerintah akan terus membangun sarana informasi untuk menyambungkan komunikasi kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

Senam pagi bersama digelar pada hari kedua kunjungan Menteri Kominfo ke Pulau Morotai, Maluku Utara. Acara itu diikuti 350 orang siswa-siswi SD, SLTP, guru dan masyarakat sekitar. Hadir pula Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Sekda Kabupaten Pulau Morotai Muhammad M Kharie, asisten, staf ahli buopati dan pimpinan OPD.

Ikut mendampingi Menteri Kominfo antara lain Direktur Utama Lintasarta Arya Damar, Direktur Bisnis Lintasarta Alfi Asman, Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana Kementerian Desa, PDTT Agus Kuncoro, Direktur Utama PT LTI Wahyu Pantja Gelora, dan Direktur Infrastruktur Bakti Bambang Nugroho.  

Usai senam bersama, Menteri Kominfo membuat vlog bersama pelajar setempat. Sebelumnya Menteri Rudiantara mengingatkan kembali siswa yang hadir untuk menggunakan telepon seluler dan internet untuk pembelajaran. 

“Tetapi harus dipergunakan untuk pembelajaran di dalam pendidikan dan harus didampingi orang tua karena mereka ini adalah masa depan bangsa kita, demi masa depan Indonesia yang pastinya lebih jaya, lebih baik lagi,” ucapnya. (rfr)