Banyak Anak Pengungsi Sinabung Putus Sekolah

Gunung Sinabung

Kastara.id, Jakarta – Erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara, terus mencuri perhatian stakeholder. Sejak 2010 Gunung Sinabung telah mengeluarkan asap dan abu vulkanis, maka delapan tahun berlalu sudah banyak kerugian yang menimpa masyarakat setempat terutama pengungsi.

“Untuk tahun ini Gunung Sinabung aktivitasnya luar biasa. Tentunya delapan tahun berlalu sudah banyak kerugian yang dialami masyarakat. Apalagi di zona merah yang berbahaya bagi keselamatan masyarakat,” ucap Wakil Ketua DPD RI Darmayanti Lubis saat menerima kunjungan Bupati Karo Terkelin Brahmana di Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (4/6).

Darmayanti menjelaskan permasalahan yang lebih pelik lain yaitu pendidikan anak. Pasalnya, tidak sedikit anak-anak dari pengungsi Sinabung yang telah putus sekolah. “Secara psikologis mereka semua terganggu. Ini harus segera ditangani dan tepat,” ujarnya.

Senator asal Sumatera Utara itu mengatakan mayoritas masyarakat Karo juga mengandalkan sektor pertanian. “Karo sangat unggul dalam produk pertaniannya. Kini tanaman-tanaman di sana sudah tidak produktif lagi,” tegas dia.

Tidak hanya itu, lanjutnya, saat ini erupsi Gunung Sinambung juga berdampak di daerah luar zona merah. Untuk itu, Darmayanti berpesan agar pemerintah pusat bisa memberikan perhatian serius kepada pengungsi erupsi Gunung Sinabung.

“Kami juga berharap pusat bisa memberikan bantuan yang tepat sasaran, maka langkah awal kementerian dan lembaga turun untuk melakukan pengkajian mendalam. Sampai saat ini belum ada kajian-kajian sehingga bantuan kurang tepat sasaran,” kata Darmayanti.

Ke depan, DPD RI berencana akan memanggil kementerian dan lembaga terkait terkait erupsi Gunung Sinabung. “Kita akan memanggil kementerian dan lembaga terkait agar permasalahan ini tidak semakin meluas,” harap Darmayanti.

Di kesempatan yang sama, Bupati Karo Terkelin Brahmana berharap kedatangannya bisa ada persamaan persepsi antara DPD dan DPR sehingga permasalahan Gunung Sinabung ini bisa terselesaikan secara komprehensif.

“Artinya dengan permintaan Bu Darmayanti adanya kajian mendalam terkait bantuan sangat baik. Tentunya kita akan welcome dengan adanya kajian-kajian agar bantuan tepat sasaran,” cetus Terkelin. (danu)