Aman Untuk Lambung Tapi White Coffee Bahaya untuk Gula Darah

White Coffee

Kastara.ID, Jakarta – Salah satu minuman yang saat ini populer adalah white coffee atau kopi putih. Orang-orang yang dulunya bukan peminum kopi, tiba-tiba jadi ‘tergila-gila’ pada white coffee.

Tapi, tahukah apa itu white coffee atau kopi putih?

Nama White Coffee memang diambil dari biji kopi yang berwarna putih. Meskipun tidak benar-benar putih melainkan pucat kecoklatan. Berbeda dengan biji kopi biasa yang berwarna hitam. Warna putih juga berasal dari susu yang dicampurkan pada white coffee.

Pada awalnya white coffee dibuat dari biji kopi yang digiling bersama dengan minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Setelah digiling, kopi akan diseduh bersama dengan susu kental dan air yang sangat panas. Untuk mendinginkan, biasanya barista akan “menarik” kopi ini sehingga rasanya menyatu dan muncul buih-buih alami. Cara menarik white coffee mirip dengan pembuatan teh tarik atau kopi Aceh.

Baca Juga:  Pakistan Izinkan VG, Ekspor Minyak Sawit Makin Terbuka

Untuk mempermudah penyajian, saat ini white coffee dibuat dalam bentuk serbuk atau bubuk instan. Penikmat kopi hanya perlu menyeduhnya dengan air panas.

Produsen mengklaim white coffee lebih aman untuk lambung karena kandungan kafeinnya lebih sedikit dibandingkan kopi hitam. Kafein adalah zat yang bisa menimbulkan berbagai masalah pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan penyakit irritable bowel syndrome (IBS).

Dalam proses pembuatan white coffee, biji kopi diolah dengan suhu yang rendah agar kandungan kafein dalam kopi tersisa sedikit. Rasanya pun jadi tidak terlalu asam dan lebih lembut.

Namun kandungan kafein yang lebih rendah bukan jaminan kopi jadi lebih sehat. Perlu diingat, white coffee diolah dengan campuran minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Akibatnya white coffee mengandung lemak jenuh dan tak jenuh yang lebih banyak dari kopi hitam. Setiap cangkir mengandung kira-kira lima gram lemak jenuh dan tujuh gram lemak tak jenuh. Selain itu susu yang ditambahkan juga akan meningkatkan kandungan lemak pada kopi putih.

Baca Juga:  Pakistan Izinkan VG, Ekspor Minyak Sawit Makin Terbuka

Terlebih white coffee yang banyak beredar saat ini adalah kopi bubuk instan. Kopi bubuk instan seringkali ditambahi gula atau pemanis buatan. Kelebihan gula berisiko menyebabkan gangguan metabolisme, nafsu makan sulit dikendalikan, dan naiknya gula darah hingga kencing manis atau diabetes.

Jadi, batasi konsumsi white coffee hingga paling banyak dua cangkir sehari. Sebaiknya juga memilih produk yang tidak mengandung gula tambahan. (nad)