Harus Klasemen Ke-9 Jika Pembalap Asal Depok Ini Ingin ke MotoGP

MotoGP Malaysia 2017

Kastara.ID, Jakarta – MotoGP musim 2018 telah diramaikan dua pembalap pendatang baru dari kawasan Asia, mereka adalah Hafizh Syahrin asal Malaysia dan Takaaki Nakagami dari Jepang.

Syahrin naik bersama tim Satelit Monster Yamaha Tech3 secara mendadak karena harus menggantikan pembalap asal Jerman, Jonas Folger yang sakit. Sementara Nakagami naik menjadi pembalap kedua di tim Satelit LCR Honda dengan sponsor Idemitsu, walau ia satu tim bersama Cal Crutchlow, tapi punya sponsor utama yang berbebda.

Crutchlow dengan nama tim LCR Honda Castrol, sementara Nakagami dengan nama LCR Honda Idemitsu.

Syahrin naik ke MotoGP setelah menghabiskan empat musim di kelas Moto2 sejak debutnya pada 2014 lalu, sebelumnya ia sempat menjajal mendapat beberapa fasilitas wild card pada 2011 sampai 2013.

Klasemen terbaik Syahrin selama di kelas Moto2 terjadi di musim 2016, saat itu ia berhasil finis ke-9 klasemen akhir dengan 118 poin, finis terbaiknya sepanjang musim adalah posisi keempat di Qatar, Catalunya, dan Inggris.

Baca Juga:  Pimpinan Baru Proyek MotoGP, Yamaha Kembali Bertaji?

Sementara Nakagami, memulai debut Moto2 pada musim 2012 lalu, artinya ia sudah menghabiskan enam musim ke kelas menengah itu.

Finis klasemen terbaiknya yakni posisi ke-6 pada musim Moto2 2016, saat itu pembalap asal Jepang itu berhasil mengoleksi 189 poin akhir dengan tiga kali naik podium.

Moto2 2019 kedatangan satu pembalap baru asal Indonesia, Dimas Ekky Pratama, yang juga punya mimpi menembus MotoGP. Sebelumnya sudah ada beberapa nama pembalap asal Indonesia yang pernah meramaikan kelas tersebut, seperti Rapid Topan Sucipto dan Toni Tata Pradita, namun sayang keduanya tak sempat punya karir panjang di Grand Prix.

Dimas Ekky mungkin akan punya peluang lebih baik. Selain karena tampil cukup solid di ajang CEV Repsol Moto2 musim 2018, Moto2 musim 2019 juga akan menggunakan mesin baru untuk semua pembalap, yakni Triumph.

Baca Juga:  Repsol Honda Bakal Jadi Tim Terakhir Lorenzo?

Kondisi ini bisa jadi keuntungan tersendiri baginya, tapi juga berpotensi sebaliknya. Jika Dimas Ekky ingin naik ke MotoGP, hasil seperti apa di kelas Moto2 yang akan membawanya ke kelas utama?

Berdasarkan analisa dari dua pembalap Asia di atas, Syahrin dan Nakagami yang sudah berhasil menembus MotoGP, Dimas Ekky paling tidak harus finis klasemen sembilan (P9) di Moto2 lebih dahulu.

Pencapaian klasemen terbaik Syahrin mampu membawanya menjadi pembalap Malaysia pertama di kelas utama. Posisi klasemen akhir 9 yang menjadi patokan ini berdasarkan hasil klasemen terbaik paling rendah dari hasil terbaik antara Syahrin dan Nakagami selama berada di Moto2.

Tapi, mungkin Dimas Ekky butuh waktu lebih banyak di Moto2 dulu sebelum punya kesempatan naik ke MotoGP, sebagaimana Syharin dan Nakagami yang sudah bermusim-musim berjuang di Moto2 sebelum akhirnya bisa menikmati MotoGP.

Baca Juga:  [VIDEO] Resmi, Suzuki Ecstar Team Perkenalkan Tampilan Terbarunya

Selain itu, dukungan besar dari sponsor juga penting, mengingat Syharin dan Nakagami naik ke MotoGP dengan jalan yang berbeda. Syahrin naik karena pertimbangan usia muda, bertalenda, dan sedikit spekulasi dari Herve Poncharal. Berbeda dengan Nakagami yang didukung langsung oleh Idemitsu, membawanya ke samping Crutchlow di LCR Honda.

Semoga Dimas Ekky bisa menjalani debut yang manis di Moto2 2019, agar jalannya ke MotoGP kian mulus. (lan)