Beranda Headline Berita Ada Program Khusus untuk 3.000 Buyers di GIICOMVEC

Ada Program Khusus untuk 3.000 Buyers di GIICOMVEC

Kastara.id, Jakarta – Sebanyak 3.000 buyers potensial dari berbagai industri direncanakan akan menghadiri Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 yang akan diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 1–4 Maret 2018.

Para buyers ini ditargetkan akan datang dari industri transportasi, logistik, konstruksi dan infrastruktur, komoditas migas dan non-migas, termasuk batubara, minyak dan gas serta peternakan, kehutanan, retail, wholesaler dan lainnya.

GIICOMVEC 2018 merupakan pameran perdana berkonsep business to business (B to B) yang fokus pada industri kendaraan komersial yang akan didukung oleh para APM ternama seperti Daihatsu, DFSK, Hino, Isuzu, Iveco, MAB (Mobil Anak Bangsa), Mercedes-Benz, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Suzuki, UD Truck, United Tractors, Toyota serta Volvo yang akan menghadirkan produk unggulannya masing-masing.

Kehadiran produk-produk unggulan dari brand kendaraan komersial di GIICOMVEC 2018 diharapkan semakin mendorong pertumbuhan industri kendaraan komersial. Tercatat penjualan truk dan double cabin di tahun 2017 meningkat hingga 45% dari tahun 2016 .

“Para Agen Pemegang Merek (APM) telah menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan bisnis kendaraan komersial, di mana para APM kendaraan komersial telah melakukan berbagai inovasi untuk terus meningkatkan kualitas kendaraan yang diproduksi. Semakin berkembangnya proyek-proyek infrastruktur, produktivitas logistik, distribusi dan perdagangan di Indonesia, mendorong para produsen kendaraan komersial untuk terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan kendaraan komersial konsumen,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi di Jakarta (6/2).

Tingginya permintaan memberikan peluang bagi para APM kendaraan komersial di Indonesia untuk terus berinvoasi, dan pameran business to business (B to B) GIICOMVEC 2018 akan menjadi ajang tepat bagi para APM kendaraan komersial di Indonesia untuk memperkenalkan berbagai teknologi dan produk terbaru. Hal ini semakin mendukung perkembangan industri dan memudahkan bisnis para konsumennya.

“Gaikindo merancang secara khusus GIICOMVEC 2018 sebagai pameran business to business yang akan menampilkan inovasi terkini dari para produsen kendaraan komersial,” demikian Nangoi menambahkan.

GIICOMVEC 2018 juga merupakan panggung peluncuran kendaraan komersial untuk membuktikan eksistensi kendaraan komersial di Indonesia yang kian meningkat. Sejumlah  merek kendaraan komersial yang ikut ambil bagian menurut rencana akan melaksanakan peluncuran kendaraan komersial tipe terbaru.

GICOMVEC 2018 juga akan diikuti oleh industri pendukung terkait mulai dari industri karoseri Tanah Air seperti Adiputro, Laksana, Shinmei, Sugity Creatives, dan industri pendukung lainnya seperti ADR Group, Alcoa wheel, Astraotoparts, BG Product, Dunlop, Esmak Makine, Evalube, Gajah Tunggal, Goodyear, Himawan Putra, Pro7 Auto Lighting, dan lainnya.

Selain itu GIICOMVEC menyelenggarakan berbagai program untuk buyers seperti Daily Seminar & Talkshow, Buyers & Exhibitors, Network Gathering, serta Bus & Truck Demo Area, di mana para APM akan mendemonstrasikan keunggulan produknya secara langsung dan para buyers akan mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung teknologi unggulan dari para merek.

Untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi para potential buyers, GIICOMVEC 2018 membuka visitors pre-registration pada official website GIICOMVEC 2018 hingga tanggal 26 Februari 2018. Dengan melakukan pre-registration para visitor akan mendapatkan beberapa keuntungan. Visitor akan lebih dulu menerima informasi update tentang GIICOMVEC 2018 melalui e-newsletter. Juga memudahkan dan menghemat waktu agar visitor dapat memasuki area pameran tanpa harus mengantre dan mendaftar, hingga hadiah spesial yang dipersiapkan untuk visitor yang beruntung. (koes)

- Advertisement -

TERBARU

Kisah Penciptaan

Oleh: Jaya Suprana DI dunia terdapat berbagai kelompok masyarakat yang masing-masing memiliki latar belakang peradaban dan kebudayaan saling beda satu dengan lain-lainnya. Namun pada hakikatnya...