Kastara.ID, Jakarta – Sejumlah warga memanfaatkan libur Hari Raya Nyepi 1941 Tahun Saka dengan memancing di aliran Sungai Ciliwung Lama.

Chaerudin, warga Jalan Pasar Baru Timur, RT 04/03, Kelurahan Pasar Baru misalnya, sengaja datang bersama beberapa tetangganya untuk memancing ikan dengan pilihan spot di dekat halte Bus Transjakarta Pasar Baru.

“Saya sudah mulai sejak pukul 10.00,” ujarnya, Kamis (7/3).

Chaerudin menjelaskan, umpan yang diberikan cukup sederhana yakni, cacing tanah yang dikaitkan ke kail.

“Sudah dapat empat ekor ikan lele berukuran sedang,” terangnya.

Sementara Afif Yahya warga Kecamatan Kemayoran menuturkan, dirinya sengaja datang untuk memancing karena mengetahui informasi tentang dibukanya Pintu Air Istiqlal.

“Kalau pintu air dibuka pasti banyak ikan lelenya. Saya sudah dapat tujuh ekor,” tandasnya.

Ya, kualitas air sungai yang semakin baik, akan membuat ikan-ikan dan biota lainnya dapat hidup dan berkembang biak.

Banyaknya ikan-ikan bisa dimanfaatkan warga untuk berkegiatan memancing. Selain memberikan hiburan tersendiri, ikan yang didapat juga bisa dikonsumsi.

Untuk itu, warga perlu ikut andil dan berkontribusi untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Setidaknya, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara sejumlah warga di Jalan Inspeksi Kenari, RT 15/04, Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat, berinisiatif memanfaatkan lahan sepanjang 30 meter di bantaran Sungai Ciliwung Lama. Dengan melakukan pertanian dengan metode tanaman buah dalam pot (Tabulampot).

“Inisiatif warga ini dimulai sejak tahun 2014,” ujar M Nuh, Ketua RT 15/04, Kelurahan Kenari.

Nuh menjelaskan, selain membuat lingkungan lebih hijau dan asri, kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai upaya untuk mengajak warga tidak membuang sampah ke sungai.

“Ini juga menjadi penanda batas agar anak-anak tidak bermain di tepian sungai karena bisa membahayakan,” terangnya.

Nuh menambahkan, sebanyak 30 pot ditanami beragam tanaman buah-buahan seperti, jambu biji, jambu jamaika, belimbing dan mangga.

“Kami juga menambah media rambat untuk anggur merah,¬†markisa, dan blewah,” ungkapnya.

Sementara, salah seorang warga sekaligus pengelola lahan tani Tabulampot, Royani (60) menuturkan, seluruh buah yang dipanen belum sampai untuk dijual.

“Kalau ada buah yang sudah matang bisa dipetik biasanya kita bagikan untuk warga,” tandasnya. (hop)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *