Beranda Headline Berita Luhut: Saya Mau Eksplorasi Berjalan

Luhut: Saya Mau Eksplorasi Berjalan

Kastara.id, Depok – Penurunan produksi migas saat ini tidak hanya diakibatkan oleh penurunan aktivitas pemboran sebagai dampak penurunan harga minyak, namun juga oleh semakin tuanya lapangan migas yang ada. Upaya peningkatan produksi migas tidak terlepas dari upaya penemuan cadangan migas. Untuk peningkatan produksi diperlukan penambahan cadangan terbukti, yang hanya akan didapat dari kegiatan eksplorasi. Oleh karena itu diperlukan akselerasi kegiatan penemuan cadangan guna mencapai target peningkatan produksi. Hal Ini menunjukkan bahwa kebijakan eksplorasi mempunyai peran yang strategis.

Untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi, Pemerintah saat ini sedang merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2010 Tentang Biaya Operasi Yang Dapat Dikembalikan Dan Perlakuan Pajak Penghasilan Di Bidang Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi yang ditargetkan selesai hari Jumat (9/9) mendatang yang selanjutnya akan diserahkan ke Presiden. Penghapusan pajak-pajak, pemberian insentif, dan pola bagi hasil yang fleksibel merupakan beberapa perubahan dari PP tersebut.

“Sekarang saya mau eksplorasi berjalan, dengan melibatkan banyak pihak dalam satu tim untuk bersama mengerjakan ini. Dan kalau kita lakukan ini semua inshaa Allah kita akan berhasil,” ujar Plt Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Pandjaitan dalam Focus Group Discussion (FGD) Konsorsium Riset Migas Kelautan di Universitas Indonesia hari ini, Rabu (7/9).

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Andang Bachtiar mengatakan, “Status cekungan migas Indonesia saat ini 70% berada di laut dan masih ada 33% area cekungan di laut itu yang tidak ada datanya sama sekali. Meskipun demikian bukan berarti di 67% area cekungan laut yang sudah ada data seismiknya itu kita memahami bagaimana kondisi sistim migasnya, karena masih banyak PR yang harus dilakukan untuk merapatkan data eksplorasi di area tersebut dan sekaligus mengevaluasinya”.

Untuk menambah jumlah cadangan terbukti, maka kegiatan eksplorasi hidrokarbon mutlak diperlukan. “Bahwa kendala eksplorasi di darat lebih banyak dijumpai dari pada di laut, maka eksplorasi di laut akan menjadi pilihan utama untuk terobosan eksplorasi migas Indonesia,” kata Andang.

Andang menambahkan, saat ini kita sudah mempunyai kapasitas nasional untuk melakukan survei laut. Diharapkan dengan adanya Konsorsium Riset Migas Kelautan Nasional ini maka temuan cadangan migas terutama di daerah offshore akan dipercepat melalui sinergi berbagai kapasitas nasional itu untuk melakukan riset dan eksplorasi di laut.

Suatu terobosan eksplorasi migas merupakan suatu keniscayaan dalam menyikapi berkurangnya lifting migas nasional dan minimnya temuan cadangan migas baru. Indonesia memiliki kapasitas untuk melakukan survei seismik laut, baik dari institusi pemerintah maupun swasta nasional.

Sebelumnya Komite Eksplorasi Nasional telah mengidentifikasikan potensi penambahan cadangan migas nasional sejumlah 5,2 Miliar Barrel Minyak Equivalent (2,7 Miliar Barrel Minyak dan 14 TCF Gas) inplace dari 108 Struktur (status 01.01.2015) dari sumur-sumur penemuan migas (discovery) yang sudah terbukti lewat tes berisi migas, akan tetapi belum ditingkatkan statusnya menjadi cadangan nasional. Untuk meningkatkan status menjadi cadangan masih diperlukan eksplorasi mendalam untuk mengetahui potensi yang ada. (mar)

- Advertisement -

TERBARU

Akhirnya Akbar/Winny Melengkapi Semifinal

Kastara.ID, Jakarta - Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow akhirnya memenangkan pertandingan seru melawan Andika Ramadiansyah/Marsheilla Gischa Islami di babak perempat final Mola TV PBSI...