Beranda Headline Berita Ratusan Warga Depok Demo Tolak Sistem Satu Arah

Ratusan Warga Depok Demo Tolak Sistem Satu Arah

Kastara.id, Depok – Kamis (7/9) pagi, Kota Depok diwarnai aksi unjuk rasa oleh sebagian warganya. Aksi ratusan warga tersebut dilatarbelakangi oleh uji coba Sistem Satu Arah (SSA) yang dilakukan sejak 29 Juli lalu yang hingga kini masih berlangsung.

Sejak pukul 9 pagi, sejumlah warga tampak sudah mulai mensosialisasikan rencana aksinya di Jalan Nusantara yang menjadi salah satu ruas uji coba SSA. Tepat di depan Pasar Baru, beberapa warga sempat menyuarakan aspirasi dengan membentangkan tuntutan penghentian dan pembatalan berlakunya SSA di Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Nusantara, dan Jalan Dewi Sartika.

Aksi unjuk rasa di Jalan Nusantara sempat diwarnai pengaturan lalu lintas yang diubah menjadi dua arah seperti sebelum uji coba SSA. Perubahan tersebut membuat bingung pengendara yang melintas dan sempat arus lalu lintas agak tersendat.

Di tiga lokasi tersebut, aksi di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di seberang Transmart Carrefour Depok, sempat menyita perhatian pengguna jalan yang melintas. Sejumlah aparat dari kepolisian tampak ikut menjaga aksi tersebut. Para pedagang di sepanjang Jalan Dewi Sartika juga memilih menutup usahanya saat unjuk rasa berlangsung.

Khusus di Jalan Dewi Sartika, pengunjuk rasa didominasi para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Dewi Sartika. Sejumlah spanduk penolakan terhadap penerapan SSA mewarnai aksi yang diselingi dengan orasi. Di lokasi ini unjuk rasa berjalan tertib dan lalu lintas masih terlihat lancar.

Salah satu orator sempat meminta Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad untuk mengembalikan sistem lalu lintas seperti sebelum uji coba SSA. “Kalau Anda masih ingin terpilih kembali, tolong kembalikan jalan kami seperti semula,” katanya yang disambut yel-yel pengunjuk rasa lainnya.

Zizah, pengunjuk rasa dari Kampung Lio mengatakan, dirinya bersama warga menolak SSA, karena dianggap tidak menyejahterakan warga. “Sistem satu arah malah bikin usaha kami jadi tambah rugi,” ujarnya.

Sekitar pukul 11, para pengunjuk rasa pun bergerak menuju Balai Kota Depok di Jalan Margonda. Aksi warga ini sempat membuat kemacetan panjang di ruas Jalan Margonda. Diwarnai orasi, mereka tetap menuntut dihentikannya uji coba dan dikembalikan seperti semula. Sayangnya, Wali Kota Depok tak bisa ditemui mereka.

Sejumlah pengunjuk rasa sempat merasa kecewa karena tak mendapat respons, meski sebenarnya aspirasi mereka sebelumnya sudah pernah disampaikan secara resmi. Mereka pun membubarkan diri dengan tertib tak lama setelah terdengar adzan untuk shalat Dzuhur.

Demo menolak SSA sudah berakhir dan Jalan Margonda sudah kembali normal. Namun tak sampai satu jam kemudian justru terjadi kemacetan di ruas Jalan Arif Rahman Hakim yang menjadi salah satu ruas yang menjadi uji coba SSA. Kemacetannya mengular sejak dari depan Terminal Depok hingga perempatan PLN di ujung Jalan Nusantara.

Seperti diketahui, setelah dimulai 29 Juli lalu, pada 14 Agustus uji coba SSA diperluas ke Jalan Arif Rahman Hakim. Di ruas jalan ini, sistem satu arah hanya berlaku pada pukul 15.00-22.00.

Hingga kini, Pemkot Depok masih mengevaluasi dan belum memutuskan berlanjut atau tidaknya SSA ini. (tgh/dwi)

- Advertisement -

TERBARU

Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Harus jadi Agenda Nasional

Kastara.ID, Jakarta — Payung hukum yang dimiliki Indonesia tentang hak-hak penyandang disabilitas sesungguhnya sudah cukup komprehensif. Mulai dari Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999...