Pengiriman Tahap Ke-4 Boiler House untuk PLTU Kalselteng-2 Project

PT Cilegon Fabrictors

Kastara.ID, Cilegon – Menperin Airlangga meresmikan pengiriman boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) produksi PT Cilegon Fabrictors, Jumat (7/12). Pengapalan boiler kali ini untuk memasok kebutuhan tahap ke-4 di PLTU Asam-Asam, Kalimanatan Selatan (Kalselteng-2) dengan kapasitas 2 x 100 megawatt (MW).

“Dengan memproduksi boiler PLTU skala besar yang kapasitasnya bisa mencapai 1000 MW, PT Cilegon Fabricators turut mendukung kebijakan pemerintah di sektor industri untuk menyukseskan Making Indonesia 4.0 dan guna mendorong pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” tutur Menperin.

Menperin menjelaskan, produsen boiler berperan penting dalam menopang daya saing sektor industri manufaktur di Indonesia. Sebab, boiler sebagai salah satu komponen utama (selain turbin uap) dari sebuah konstruksi PLTU. Fungsinya sebagai generator uap dalam kondisi tekanan dan suhu sangat tinggi. “Ini juga memacu penghematan devisa dari substitusi impor dan memperbaiki neraca perdagangan saat ini melalui peningkatan ekspor,” ujarnya.

PT Cilegon Fabricators juga berpartisipasi untuk pembuatan PLTU Lontar #4, 315 MW dengan type boiler Ultra Super Critical. “Bahkan, di Jepang memasok 1 x 149 MW dan di Maroko 2 x 693 MW. Ini menandakan kita bisa membuat kapasitas yang besar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Digelari Pemimpin Perubahan Usai Raih 8 Penghargaan Zona Integritas

Cilegon Fabricators merupakan anak perusahaan dari IHI Corporation, Jepang. Kapasitas produksi pabrik ini setiap tahunnya, menghasilkan sebanyak 18.800 ton baja konstruksi, kemudian 7.800 ton boiler pressure parts, dan 3.000 ton Heat Recovery Steam Generator (HRSG) module. Tidak hanya untuk memenuhi permintaan domestik, produk-produk tersebut mampu menembus pasar ekspor.

Cilegon Fabricators yang beroperasi sejak tahun 1984 ini telah mengirimkan boiler untuk pembangkit listrik ke berbagai negara seperti Australia, Jepang, Malaysia, Bangladesh, Jerman, Amerika Serikat, Maroko, Taiwan, Chili dan Aljazair. Dengan kapasitas terpasang sebesar 3 Giga Watt pembangkit listrik per tahun, perusahaan ini telah menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 1.300 orang dan pekerja dari Jepang hanya 4 orang.

“Ini juga menunjukkan bahwa kompetensi engineering kita sudah mampu bersaing dalam menghasilkan produk yang kompetitif untuk pasar domestik dan ekspor,” imbuhnya. Hal ini pun sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) industri yang berkualitas.

Baca Juga:  Inovasi Teknologi Berkelanjutan Tingkatkan Daya Saing Industri

Total luas pabrik PT Cilegon Fabricators yang mencapai 25.000 m2 ini didukung dengan area workshop produksi, plant untuk sistem pengelasan material high grade, dan plant untuk blasting-painting, serta tersedia loading-unloading yard dan pelabuhan milik pribadi.

Vice President IHI Corporation Hiroshi Ide menyampaikan, dengan sangat kritikalnya material dan pekerjaan fabrikasi boiler, pihaknya menekankan untuk pekerjaan pengelasan menjadi salah satu proses fabrikasi yang sangat penting karena akan menentukan hasil akhir dari boiler dengan performa dan efisiensi terbaik.

“Dalam pekerjaan pengelasan, keterampilan dari tenaga kerja kami sudah sangat tinggi dan mampu memproduksi boiler dengan kualitas dunia. Mereka adalah semua orang Indonesia, yang sudah kami bina dengan sangat baik sampai dengan kemampuan keterampilannya yang sangat tinggi,” paparnya.

Baca Juga:  Solusi Pengembangan Industri Masa Depan Via Teknologi IoT

Dia menambahkan, saat ini perusahaan telah ditopang dengan peralatan dan teknologi terkini, sehingga sudah teruji mampu memproduksi boiler dengan kapasitas terbesar dunia yang mencapai 1000 MW. “Yang juga tidak kalah pentingnya adalah kami mempunyai dermaga pengiriman dan jetty pribadi yang tentu saja akan membawa banyak kelebihan dan keuntungan kepada banyak pihak,” imbuhnya.

Dengan dermaga dan jetty pribadi tersebut, perusahaan memastikan lebih cepat dalam waktu proses pengiriman. “Kecepatan ini tentu akan membawa keuntungan kepada kedua belah pihak, baik kami sendiri sebagai yang memproduksi boiler, maupun pihak pemilik proyek misalnya PLN atau negara-negara lain yang menjadi mitra kerja dan customer kami,” ungkapnya. (mar)