HPN 2019: Monumen Pers Ikut Sosialisasi Pemilu 2019

Kastara.ID, Surabaya – Pengelola Monumen Pers Nasional Solo –gedung bersejarah tempat pertama kali Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersidang pada 9 Februari 1949– akan menggelar sosialisasi terpadu Pemilu 2019. Rangkaian sosialisasi diawali dengan Pembukaan Pameran Foto Pemilu dari Masa ke Masa, Forum Diskusi, Pertunjukan Wayang, dan menyapa langsung warga di Car Free Day.

“Tujuan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi dari sejumlah basis pemilih, yakni kelompok perempuan, pemula, penyandang disabilitas, dan lanjut usia,” kata Kepala Monumen Pers Nasional Solo Widodo Hastjaryo, di sela-sela kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Sabtu (9/2).

Dijadwalkan, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti akan hadir di Solo untuk membuka rangkaian kegiatan ini. Widodo sekaligus mengundang rekan-rekan pers yang hadir di HPN 2019 untuk hadir dalam kegiatan di Solo.

Menurut Widodo, sebenarnya ada banyak elemen atau basis pemilih. Namun dalam Pemilu 2019 ini, basis pemilih yang berasal dari kelompok perempuan, pemula, penyandang disabilitas, dan lanjut usia masih tergolong rendah. Padahal jumlah mereka sangat signifikan untuk mendongkrak tingkat partisipasi dalam Pemilu 2019.

Monumen Pers Nasional, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, turut mengambil peran demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019. Sosialisasi terpadu Pemilu 2019 akan digelar pada tanggal 15 sampai 17 Februari 2019. Lokasi kegiatan sebagian besar terpusat di Monumen Pers Nasional yang beralamat Jalan Gajahmada No. 59, Ketelan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Selain itu, pertunjukan wayang akan digelar di Lapangan Banyu Anyar. Tujuan pertunjukan rakyat tradisional ini untuk menyasar langsung kepada warga agar mendapat pendidikan politik tentang demokrasi. “Kita gunakan semua media dalam sosilisasi ini, baik melalui media dialog, secara langsung menyapa warga melalui acara wayangan, membuat kemeriahan di Car Free Day, termasuk bantuan rekan-rekan media yang bersedia memberitakan kegiatan kami,” jelasnya. (rya)