Beranda Headline Berita Arteria Dahlan Dikecam Soal Tindakan Tak Sopannya Kepada Emil Salim

Arteria Dahlan Dikecam Soal Tindakan Tak Sopannya Kepada Emil Salim

Kastara.ID, Jakarta – Warganet mengungkapkan kekesalannya kepada Arteria Dahlan. Pasalnya pada acara Mata Najwa episode “Ragu-ragu Perppu”, Rabu (9/10), yang ditayangkan stasiun televisi Trans7, Arteria dianggap berlaku tidak sopan terhadap Guru Besar Universitas Indonesia Emil Salim.

Saat terlibat perdebatan dengan Emil, Arteria tampak bersikap sangat emosional. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu kerap memotong pembicaraan. Bahkan Arteria sempat mengatakan Mantan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) itu sesat. Arteria mengatakannya sambil menunjuk-nunjuk dan setengah berdiri.

Warganet menganggap sikap Arteria sudah keterlaluan dan tidak menunjukkan etika serta sopan santun. Terlebih Emil Salim yang berusia jauh lebih tua dibanding Arteria sudah mengingatkan agar beradab dan beretika dengan baik.

Budayawan Sujiwo Tejo dalam akun twitternya @Sudjiwotejo bahkan meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta maaf kepada Emil Salim atas perbuatan anak buahnya. Tejo mengatakan, permintaan maaf dari Arteria sudah tidak level lagi. Itulah sebabnya, menurut Tejo, permintaan maaf sebaiknya dilakukan oleh Megawati.

Kekesalan warganet juga ditunjukkan dengan mengedit profil Arteria di laman Wikipedia. Pada laman tersebut, Arteria ditulis sebagai tukang bacot pengacara dan politisi gila hormat. Warganet juga meminta keluarga Arteria bersabar atas tindakan yang memalukan tersebut.

Tindakan Arteria yang tidak sopan tersebut menjadikannya trending topic di laman Twitter. Hingga Kamis (10/10) pagi, setidaknya terdapat 37 ribu cuitan terkait dengan Arteria Dahlan. Umumnya menyesalkan dan mengecam tindakannya yang dinilai jauh dari etika dan kesopanan. (rya)

- Advertisement -

TERBARU

Kisah Penciptaan

Oleh: Jaya Suprana DI dunia terdapat berbagai kelompok masyarakat yang masing-masing memiliki latar belakang peradaban dan kebudayaan saling beda satu dengan lain-lainnya. Namun pada hakikatnya...