Dubes Korea Selatan Berpamitan

Korea Selatan

Kastara.id, Jakarta – Ketua DPD RI Oesman Sapta menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Taiyoung di Ruang Kerja Pimpinan DPD RI, Kompleks Senayan, Jakarta (11/01). Kunjungan tersebut dilakukan Cho Taiyoung dalam rangka berpamitan terkait berakhirnya masa tugas Cho Taiyoung di Indonesia.

Saat menerima Cho Taiyoung, Oesman Sapta mengatakan, komunikasi antara Korea Selatan dan Indonesia harus terus ditingkatkan, terlebih dalam hal investasi terkait finish product.

“Indonesia sangat membutuhkan Korea Selatan, terutama pada investasi yang berorientasi pada finish product. Karena selama ini menjual material tidak ada margin profit dan transfer of technology. Untuk itu dengan masuknya investor Korea Selatan diharapkan terdapat banyak manfaat yang akan didapatkan oleh Indonesia. Peran DPD RI dalam hal ini penting karena semua industri produk berada di daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  RI-Korsel Akselerasi Kerja Sama dan Investasi Industri Manufaktur

Lebih lanjut Oesman Sapta menambahkan, kerja sama kedua negara diharapkan dapat terus ditingkatkan meskipun dubes Cho Taiyoung tidak lagi bertugas di Indonesia. “Saya juga berharap pengganti Bapak dapat menjalankan tugas dengan baik termasuk menjalin komunikasi dengan DPD RI,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Cho Taiyoung yang telah bertugas selama tiga setengah tahun di Indonesia menyatakan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki hubungan yang sangat baik dan saling membutuhkan.

“Indonesia dan Korea Selatan memiliki hubungan yang sangat baik. Untuk itu saya mohon kepada Bapak agar terus mendukung hubungan kedua negara. Saya merasa puas dengan kehidupan saya di Indonesia baik sebagai dubes dan secara pribadi,“ ucapnya.

Baca Juga:  Yati Surachman Dapat Kehormatan Kunjungi Istana Gyeongbok, Korea Selatan

Cho Taiyoung menambahkan, melihat baiknya hubungan yang selama ini terjalin, Korea Selatan memiliki tekad agar memiliki hubungan yang lebih erat lagi dengan Indonesia ke depannya. “Kami memiliki tekad untuk mempunyai hubungan yang lebih erat dengan negara ASEAN, sebagai negara tetangga dan dari semuanya yang paling kami fokuskan adalah Indonesia. Untuk itulah pada laporan yang saya buat, saya sebutkan Indonesia adalah jantung ASEAN,” pungkasnya. (npm)