Bos Facebook Dicecar Para Senator AS

Kastara.id, Jakarta – CEO Facebook Mark Zuckerberg terus dicecar berbagai pertanyaan oleh para senator dalam sidang Kongres terkait kebocoran data 87 juta pengguna Facebook serta bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnis mereka.

Bos Facebook itu setidaknya diminta menjawab pertanyaan terperinci dari 44 senator selama lima jam dalam sidang yang berlangsung di Capitol Hill, Washington.

Seperti dikutip dari siaran LA Times, senator Richard J. Durbin meminta Zuckerberg menjawab, “Apakah Anda merasa nyaman menyampaikan ke kami nama hotel tempat Anda menginap tadi malam?”, yang dijawab “tidak” oleh Zuckerberg, untuk menekankan bahwa kehilangan kendali berkenaan informasi personal rinci para pengguna Facebook semacam itulah yang memaksa penggelaran sidang.

Sejumlah pertanyaan diajukan berkenaan dengan invasi privasi dan masalah lain yang mendera Facebook, termasuk praktik mata-mata asing menggunakan jejaring sosial itu untuk mempengaruhi pemilu, penyebaran ujaran kebencian, dan seruan kekerasan etnis di Myanmar, serta kerawanann praktik pasar yang diskriminatif.

Zuckerberg juga ditanya bagaimana data 87 juta pengguna Facebook bisa sampai ke Cambridge Analytica, firma konsultan politik yang bekerja untuk kampanye Trump.

“Kami tidak menggunakan pandangan yang cukup luas tanggung jawab kami, dan itu sebuah kesalahan besar. Itu kesalahan saya, dan saya minta maaf,” kata Zuckerberg pada pembukaan pernyataannya.

Sementara itu senator California Dianne Feinstein menuntut keterangan bagaimana Cambridge Analytica tidak dilarang ketika Facebook mengetahui firma itu melakukan pelanggaran beberapa tahun lalu.

SEdangkan senator California lainnya, Kamala Harris, memibta penjelasan mengapa Facebook menunggu sampai media mengetahui pelanggaran itu, hanya beberapa bulan lalu, untuk menyampaikan informasi mengenai hal itu kepada penggunanya.

“Kami melihatnya sebagai kesalahan karena kami tidak memberi tahu orang-orang. Mengetahui apa yang terjadi sekarang, kami seharusnya bisa melakukan banyak hal yang berbeda,” ujar Zuckerberg.

Zuckerberg juga menjawab pertanyaan para senator dengan percaya diri dan jarang terbata-bata, serta menilai Kongres tidak benar-benar siap untuk menggali informasi dari media sosial sekelas Facebook.

Saat akhirnya para pembuat kebijakan bisa menghadirkan Zuckerberg untuk menjawab pertanyaan mereka di bawah sumpah mengenai peran Facebook dalam Pemilihan Umum 2016 dan kelonggaran perlindungan privasi perusahaan itu, mereka kesulitan menyampaikan dengan jelas mengenai perubahan seperti apa yang sebenarnya mereka inginkan dari Facebook. (rfr).