BPJS Berikan Perlindungan Atlet Kontingan Indonesia

BPJS Ketenagakerjaan

Kastara.id, Jakarta – Semenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Karo Humas dan Hukum Sanusi menerima Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susantodi ruang kerja Sesmenpora, lantai 3, Kemenpora, Rabu (11/7) pagi. Pertemuan tersebut untuk mendukung jasa asuransi kontingen Indonesia di berbagai even internasional termasuk kontingen Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Dengan ada jaminan BPJS Ketenagakerjaan, atlet diharapkan tidak ragu lagi dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan karena jika sampai cedera bakal ada yang menjamin karena dikategorikan sebagai kecelakaan kerja.

“Kedatangan kami kemari untuk memberikan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan bagi kontingen Indonesia di berbagai even internasional. Kami menyadari sebagai atlet itu banyak memiliki risiko cukup tinggi karena terkait dengan banyaknya aktivitas fisik yang dilakukan,” ucap Agus.

Baca Juga:  Penyandang Disabilitas Bakal Dapat Tiket Gratis Asian Para Games 2018

Sesmenpora mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberikan jaminan asuransi kepada kontingen Indonesia di berbagai even internasional selama satu tahun. “Kami mengapresiasi dan mendukung penuh pihak BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberikan jaminan asuransi kepada atlet Indonesia yang berlaga di even internasional. Harapan kami apabila sudah ada kesepakatan dengan Inasgoc pada tanggal 27 nanti harus betul-betul di kawal dengan baik,” ujarnya.

Untuk Asian Para Games harus dipersiapkan secara paralel walaupun pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah koordinasi dengan Inapgoc. Dan yang tidak kalah pentingnya, asuransi ini tidak hanya sebatas even tapi di luar even juga diperlukan asuransi. Mereka juga menawarkan perlindungan tenaga kerja bagi atlet di luar arena perlombaan, seperti berangkat dan pulang kerja atau saat berangkat dan pulang dari lokasi perlombaan atau latihan.

Baca Juga:  Alumni Madrasah Penyumbang Emas Asian Games 2018

“Kami juga memberikan masukan bahwa Kemenpora ini tidak hanya di bidang olahraga tapi juga bidang pemuda sehingga perlu juga ada asuransi untuk kebutuhan kegiatan kepemudaan hanya saja perlu dipilah-pilah kegiatan kepemudaan mana saja yang perlu kita asuransikan,” jelasnya. (rep/lana)