Bamsoet Minta KPK Mengkaji Pilkada Langsung

KPK

Kastara.id, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kembali menyuarakan perlunya pilkada dipilih oleh DPRD. Sebab sistem pilkada langsung penuh dengan politik transaksional, sehingga tidak sedikit kepala daerah yang sudah terpilih jadi penghuni penjara KPK.

“Saya sungguh prihatin dengan kondisi pilkada yang ada sekarang ini. Sudah banyak memakan korban,” kata Bambang Soesatyo saat menghadiri Penyampaian Laporan Tahunan KPK 2017 dan Kegiatan KPK Mendengar di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/3).

Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet berharap KPK bisa membuat kajian tentang Pilkada Langsung dan dampaknya terhadap korupsi maupun kondisi sosial bangsa.

“Apakah memang Pilkada Langsung lebih banyak manfaatnya bagi bangsa ini atau sebaliknya. Lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Kita tak boleh takut dan malu dalam memperbaiki sistem yang ada,” tutur Bamsoet.

Baca Juga:  Bamsoet Buka World Parliamentary Forum on Sustainable Development di Bali

Hadir dalam kegiatan KPK Mendengar tersebut sejumlah pimpinan lembaga negara, antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Arif Hidayat, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Ketua Ombudman Amzulian Rifai, Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir, Wakil Ketua Mahkamah Agung Syafrifuddin, Sekjen Komisi Yudisial Danang Wijayanto, Sekjen Komnas HAM Tasdiyanto, Kabareskrim Mabes Polri Komjen (Pol) Ari Dono Sukmanto, Jampidsus Adi Toegarisman, serta sejumlah undangan lain.

Menurut Bamsoet banyak pihak menilai, penerapan Pilkada melalui DPRD akan mempersempit ruang korupsi. Sekaligus mempermudah KPK dalam melakukan pengawasan.

“Saya rasa KPK akan mudah mengawasi pemilihan Pilkada melalui DPRD. Kita tidak ingin bangsa ini terus berkubang dalam lingkaran korupsi. Sistemnya harus diperbaiki dengan meningkatkan tindakan pencegahan dan pengawasan,” ujar Bamsoet.

Baca Juga:  OTT Kepala Daerah Berulang, Praja IPDN Harus Pahami Perencanaan Anggaran

Bamsoet menambahkan, KPK harus lebih mengedepankan tindakan pencegahan dibanding penindakan. Dengan meningkatkan tindakan pencegahan dan pengawasan, ke depannya KPK akan semakin dipercaya publik, serta dapat meninggalkan legacy yang besar bagi bangsa dan negara.

“KPK harus terus meningkatkan profesionalitas dan transparansi, berdasarkan sistem dan standar yang baku, serta ditopang manajemen dengan kaidah good governance,” kata Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan, DPR tanpa ragu akan terus mendukung keberadaan KPK agar bisa bekerja secara profesional. “Komitmen saya sebagai Ketua DPR RI, saya ingin KPK semakin kuat dan profesional. Pekerjaan KPK belum selesai. Apalagi dengan modus korupsi yang lebih canggih serta semakin masif. DPR akan selalu mendukung penguatan KPK, baik dari segi legislasi maupun anggaran,” ujar Bamsoet.

Baca Juga:  Fahri Hamzah: KPU Terintimidasi oleh KPK

Terakhir Bamsoet menyampaikan, agar kegiatan KPK Mendengar dijadikan kegiatan rutin dan dilaksanakan secara berkala. Tak hanya melibatkan pimpinan lembaga negara, melainkan juga unsur masyarakat. Agar masyarakat bisa menjadi bagian dari pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kegiatan KPK Mendengar yang dilaksanakan hari ini menjadi bukti bahwa KPK tak menutup diri terhadap saran, masukan, ataupun kritik dari berbagai pihak. Saya yakin semua saran maupun kritik sama sekali tak bertujuan melemahkan, melainkan justru memperkuat KPK,” pungkas Bamsoet. (danu)