Kastara.ID, Jakarta – Kualitas udara Jakarta pada Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah menunjukkan tren penurunan untuk parameter karbon monoksida (CO). Hal ini disebabkan aktivitas transportasi di Jakarta berkurang sehingga konsentrasi CO menjadi rendah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Syaripudin mengatakan, konsentrasi CO menunjukkan angka yang relatif kecil, terutama di hari menjelang Idulfitri dan memenuhi Baku Mutu (<7 ug/m3).

“Empat tahun terakhir dari tahun 2016 sampai 2020 menunjukan tren penurunan untuk parameter CO, ini karena kondisi transportasi yang berkurang di Jakarta menjelang hari Lebaran. Namun, cenderung stabil untuk parameter NO2, SO2 dan 03 (Ozon),” ujarnya, Jumat (14/5).

Syaripudin menambahkan, terjadi peningkatan untuk konsentrasi PM 2,5 dan PM 10 saat hari H Idulfitri 2021. PM 2,5 dan PM 10 adalah partikulat berukuran < 2,5 mikron dan < 10 mikron dan PM 2,5 merupakan polutan yang bersumber dari antropogenik maupun alam.

“Terjadi peningkatan untuk konsentrasi PM 2,5 dan PM 10. PM 2,5 ini merupakan polutan yang bersumber dari antropogenik seperti industri, transportasi, dan alam. Dimungkinkan aktivitas menjelang Idulfitri di Jakarta meningkat sehingga menyebabkan PM 2,5 dan PM 10 juga juga ikut meningkat,” tandasnya.

Untuk diketahui, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan pemantauan di enam Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) miliknya yaitu di Bundaran HI (DKI-1), Jakarta Pusat peruntukan roadside; Kelapa Gading (DKI-2), Jakarta Utara, peruntukan pemukiman; Jagakarsa (DKI-3), Jakarta Selatan, peruntukan pemukiman; Lubang Buaya (DKI-4), Jakarta Timur, peruntukan pemukiman; Kebon Jeruk (DKI-5), Jakarta Barat, peruntukan pemukiman; dan satu unit SPKUĀ mobile. (hop)