Beranda Headline Berita Petugas Bus Sholawat Siap Layani Jemaah di Makkah

Petugas Bus Sholawat Siap Layani Jemaah di Makkah

Kastara.ID, Makkah – Bus shalawat (Shalat Lima Waktu) yang akan melayani jemaah haji di Makkah akan segera beroperasi. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menurunkan sekitar 200an personel petugas untuk memberikan pelayanan bus shalawat ini. “Alhamdulillah tahun ini bus shalawat yang disiapkan juga bus baru, ini keluaran tahun 2019 juga,” ungkap Hery (13/7).

Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Arab Saudi Hery Saripudin mengingatkan para petugas ini untuk dapat menjaga kesehatan diri. Hal ini disampaikan Hery saat memberikan arahan usai melakukan simulasi bus shalawat, di terminal Syib Amir, Makkah.

“Saya ingin mengingatkan bapak-bapak agar tetap sehat. Waktunya makan, ya makan. Waktunya istirahat, ya istirahat. Atur di tim masing-masing. Karena kalau bapak-bapak sakit, bagaimana bapak akan memberikan pelayanan optimal bagi jemaah haji kita?” ujar Hery.

Bukan tanpa alasan Hery berpesan demikian. Sekitar 200an petugas transportasi ini akan bertugas di tiga terminal yang disiapkan sebagai tempat perhentian bus shalawat. Tapi, jangan bayangkan bentuk terminal yang ada serupa dengan terminal bus di Indonesia.

Tak ada bentuk halte panjang berderet seperti terminal bus Blok M di Jakarta Selatan apalagi gedung bertingkat dengan fasilitas food court seperti terminal bus Pulo Gebang di Jakarta Timur. Tiga terminal yang disediakan seperti Syib Amir, Bab Ali, maupun Jiad hanya berupa sebuah lapangan terbuka beralas aspal dan beratap langit.

Tak ada papan nama yang menunjukkan itu terminal. Penandanya hanya sepasang bendera negara Indonesia dan Arab Saudi yang dipasang berjejer di satu titik. Begitu juga di halte-halte yang ada di sepanjang jalur rute bus shalawat. Padahal, suhu di Makkah saat ini berkisar antara 39-43 derajat celcius. Tentu ini memerlukan stamina yang baik dari para petugas.

Kabid Transportasi PPIH Asep Subhana juga menyampaikan hal serupa. Ia meminta para petugas juga memperhatikan cairan tubuh yang masuk untuk memastikan mereka tidak mengalami dehidrasi ketika bekerja di bawah terik matahari. Para petugas juga harus melengkapi dirinya dengan alat perlindungan diri seperti kacamata hitam, topi, dan penyemprot wajah.

“Pada masing-masing halte nanti ada dua petugas, yang dibagi dalam dua shift. Jadi setiap petugas melayani 12 jam dan total pelayanan selama 24 jam,” ungkap Asep. (put)

- Advertisement -

TERBARU

Menjaga Cermin Retak

Oleh: Al-Zastrouw MELIHAT kondisi kebangsaan saat ini bagai berkaca di cermin retak. Keretakannya sangat berkeping, sehingga kita tidak bisa melihat wajah asli kita di cermin...