BUMN

Kastara.ID, Jakarta – Kabar tentang rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan kabinet atau reshuffle semakin kencang. Berbagai pihak mulai berspekulasi tentang nama-nama yang bakal masuk kabinet hasil reshuffle.

Salah satu nama yang diisikan bakal menjadi menteri adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dikabarkan bakal memimpin kementerian baru, yakni Kementerian Investasi.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyatakan, Ahok tidak bisa menjadi menteri. Menurut Refly, jika dipaksakan, sama artinya Jokowi telah melanggar Undang-Undang tentang Kementerian Negara. Refly menyebut selama UU itu belum diubah, mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina itu tidak akan bisa jadi menteri.

Saat berbicara di kanal Youtube miliknya (16/4), Refly menerangkan, Pasal 22 UU Kementerian Negara mengatur syarat-syarat seseorang diangkat menjadi menteri. Beberapa syarat seperti Warga Negara Indonesia dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa bisa dilalui Ahok. Demikian pula syarat Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara UUD 1945 dan cita-cita proklamasi kemerdekaan serta sehat jasmani dan rohani.

Namun ada persyaratan yang menghalangi Ahok menjadi menteri, yakni tidak pernah dipidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam lima tahun atau lebih. Ahok diketahui pernah dipenjara karena kasus penistaan agama.

Refly menjelaskan, meski divonis dua tahun, namun ancaman hukuman kasus tersebut adalah lims tahun penjara. Sehingga berdasarkan UU Kementerian Negara pasal 22, sampai kapanpun Ahok tidak bisa menjadi menteri.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahap menilai Ahok pantas masuk kabinet. Fadhli menilai Ahok cocok menjadi Menteri Investasi. Menurut Fadhil, Ahok berpengalaman saat menjadi tim perumus ibukota negara baru. Sebagai Menteri Investasi, Ahok bakal mampu menarik investor masuk meramaikan ibukota tanpa melupakan daerah atau provinsi lain. (ant)