Beranda Headline Berita Wali Kota Pekanbaru ke Kanada Saat Jokowi Datang

Wali Kota Pekanbaru ke Kanada Saat Jokowi Datang

Kastara.ID, Pekanbaru – Presiden Joko Widodo akhirnya mengunjungi Pekanbaru, Riau. Setelah pesawat kepresidenan mendarat di Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Noerjadin pada Senin (16/9) pukul 19.40 WIB, Jokowi langsung memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dihadiri unsur Pemerintah Daerah (Pemda) Riau, seperti Gubernur Syamsuar dan Kapolda Irjen Wido Eko.

Hadir pula dalam rapat tersebut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menkes Nila F Moeloek, dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Anehnya dalam pertemuan tersebut tidak terlihat Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Kabag Humas Pemkot Pekanbaru Masirba Sulaiman mengatakan, Firdarus sedang menghadiri acara ASWAN Waste Mission to Canada. Firdaus pergi ke Kanada bersama delegasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Ahad (15/9). Masirba menegaskan, kepergian Firdaus sudah diketahui Presiden Jokowi dan mendapat persetujuan Sekretariat Negara.

Sementara itu Gubernur Riau Syamsuar mengakui beberapa saat lalu dirinya bepergian ke Thailand. Namun Syamsuar membantah kepergiannya untuk melarikan diri dari tugas penanganan karhutla. Syamsuar menegaskan kepergiannya dalam rangka menghadiri acara Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Delegasi Indonesia acara tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Selama di luar negeri, Syamsuar telah menugaskan penanganan karhutla dan bencana kabut asap kepada Wakil Gubernur Edy Natar Nasution dan Kepala BPBD Riau. (rya)

- Advertisement -

TERBARU

Pembangunan Berkelanjutan Bukit Peramun

Oleh: Jaya Suprana SEMENTARA Bukit Duri digusur atas nama pembangunan dengan mengorbankan rakyat, maka Bukit Peramun dibina atas nama pembangunan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan rakyat. ISTA Terberitakan...