Kastara.ID,Banjar negara – Jalan-jalan ketempat pariwisata terutama ke Desa Wisata Gumelem terdiri dari dua desa yaitu Desa Gumelem Wetan dan Desa Gumelem Kulon berada. Secara administrative, kedua desa ini terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Desa Wisata Gumelem memiliki berbagai keunikan karena desa ini merupakan tanah perdikan yang dipimpin oleh seorang Demang pada jaman Kerajaan Mataram dan terwariskan secara turun temurun serta terpelihara dengan baik.

Penjalanan berlanjut  ke makam Sunan Geseng dengan mengendarai Jeep. Ketua Pokdarwis Giri Indah Angga menjelaskan “sebenarnya perjalanan hanya 30 menit dari pusat Pemerintahan Desa, karena jalan agak menanjak maka kita naik jeep supaya wisatawan lebih menikmati eksotiknya suasana alam padukuhan Desa Wisata Gumelem” katanya

Potensi pariwisata dan industri pariwisata yang terdapat di Desa Wisata Gumelem antara lain Pemandian Dapit (Daya Pikat Pingit) dengan sumber air panas, Makam Kademangan, Makam Ki Ageng Giring, Makam Sunan Geseng, Batik Gumelem, Empu (pande besi), dengan kuliner khas landan petis, wedang jalang, wedang jembawuk dan kopi goong merupakan aset Pemerintah Daerah yang akan dipersiapkan menjadi Destinasi unggulan ke dua setelah Dieng Banjarnegara.

Dalam kunjungannya Bupati Budhi Sarwono disambut oleh Kepala Desa Gumelem Wetan dan Kepala Desa Gumelem Kulon beserta pengelola Desa Wisata Gumelem di area Gedung balai Karya di awali dengan penyematan kelapa hijau, sebagaimana wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Gumelem.

Bupati menjajal mbatik di salah satu pengrajin batik Gumelem sebagaimana wisatawan,  rombongan diajak keliling desa dengan mengendarai dokar/andong untuk melihat keunikan masjid Kuno yang di bangun pada masa perwalian, menyaksikan atraksi pande besi dan mengunjungi makam Kademangan yang berada dibawah bukit Giri Langen  terdapat makam Ki ageng Giring (Girilangan), ditempat ini rombongan mendapat penjelasan sejarah Kademangan dan cerita kisah keampuhan degan kelapa hijau dan udheng (iket kepala) oleh juru kunci mbah Jari, “konon waktu itu Ki Ageng Giring mendapat wangsit bahwa siapa yang meminum air degan kelapa hijau, kelak akan menurunkan raja di tanah jawa, sehingga banyak juga wisatawan yang datang disamping ziaroh juga minta disiapkan dengan kelapa hijau dengan berbagai alasan”. katanya.

“Saya merasa trenyuh karena masih ada jalan desa yang kondisinya kurang layak,semoga di tahun yang akan datang bisa kita bangun” ujar Bupati Budhi Sarwono sambil beramah tamah di pendopo paseban Sunan Geseng di Dukuh Trenggiling.

“tapi saya juga senang kalau diajak jalan – jalan melewati jalan yang kondisinya rusak, maka terimaksih pada Kades pak Ali Mahbub” tutupnya