TNI dan ITB Dirikan Bangunan Serbaguna Pengungsi di Palu

Gempa Palu-Donggala-Sigi

Kastara.id, Palu – Sebanyak 48 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 714/Sintuwu Maroso dipimpin Mayor Inf Arianto Maskare S. yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Penanggulangan Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi Kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Tim Arsitektur Institut Teknolagi Bandung (ITB) bahu membahu mendirikan tenda serbaguna di lokasi pengungsian Petobo, Kota Palu, Minggu (21/10).

Pembangunan tenda serbaguna yang dilakukan oleh prajurit TNI dan ITB ini diperuntukkan sebagai wadah kegiatan warga disekitar pengungsian seperti sarana Ibadah, balai pertemuan, trauma healing anak-anak korban bencana gempa bumi dan likuifaksi beberapa waktu yang lalu di Kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bangunan ini dapat menampung kurang lebih 50 orang dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di bangunan ini.

Baca Juga:  TNI Diturunkan Bantu Polri Amankan Situasi

Menurut Gilang, salah satu Tim Arsitektur ITB, mengatakan bahwa kedatangannya di tempat ini untuk menyumbang dalam bentuk bangunan dari rekan-rekan mahasiswa, dosen, dan beberapa donatur dari luar ITB dalam bentuk bangunan Resiprokal Tanel. “Resiprokal Tanel semacam bangunan serbaguna yang bisa digunakan sebagai wadah atau sarana bagi para pengungsi di tempat ini,” katanya.

Gilang menambahkan, untuk membuat bangunan ini, Tim Arsitektur ITB menggunakan bambu sebagai bahan utamanya yang selain kuat juga mudah didapat. “Bangunan ini dapat bertahan sampai dengan 6 bulan ke depan untuk dapat digunakan disesuaikan dengan situasi dan kondisi pengungsian di daerah Petobo,” ujarnya.

“Selain bekerja sama dengan TNI, kami juga bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Tadulako untuk membuat bangunan seperti ini di tempat lain. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan TNI untk membangun fasilitas seperti ini di tempat lain,” tandasnya. (put)