Beranda Headline Berita Komunitas BBT Diajak untuk No Mudik, No Panic, No Narcotics

Komunitas BBT Diajak untuk No Mudik, No Panic, No Narcotics

Kastara.ID, Jakarta – Deputi Bidang Pencegahan menggelar web seminar (webinar) dengan komunitas otomotif Blank Blend Thonk (BBT). Silahturahmi otomotif BBT dalam rangka pencegahan mengambil tema diskusi No Mudik, No Panic dan No Narcotics.

BBT sendiri adalah komunitas dari berbagai pecinta otomotif dari berbagai merk dan juga sebagai pengguna radio komunikasi. Blank Blend Thonk terbentuk sejak 1 Agustus 2012, ini rajin mengadakan berbagai aktivitas bersama.

Komunitas BBT memiliki visi turut menjaga kedaulatan NKRI melalui komunikasi, dengan komunikasi kita dapat menjaga keutuhah NKRI. Selain anggota komunitas BBT adalah relawan anti narkoba yang sudah mendapat pin dan sertifikat dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Webinar ini dihadiri oleh lebih 24 komunitas otomotif.

R Ki Bagus Panutan mengatakan, pihaknya (BBT) mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Bhakti Sosial (baksos) tertinggi adalah Sosialisasi Bahaya penyalahgunaan narkoba ujarnya.

Deputi Pencegahan BNN Anjan Pramuka Putra saat menyampaikan materinya mengajak komunitas BBT untuk No Mudic artinya menunda mudik agar jangan semakin banyak orang yang terpapar covid 19. Dalam kondisi sekarang Anjan pramuka yang dilantik menjadi Deputi Pencegahan pada Agustus 2019 ini mengajak komunitas BBT untuk tidak panic karena akan menurunkan imunitas tubuh, dan tidak lupa ia menghimbau untuk No Narcotics atau menghindari mencoba menggunakan narkoba.

Anjan Pramuka Putra yang memiliki pengalaman panjang dalam pemberantasan narkoba menyampaikan permasalahan narkoba di Indonesia. Menurutnya saat ini Indonesia berada dalam kondisi Lampu Merah (Red Light) karena, lemahnya Ketahanan masyarakat dan lemahnya penegakan hukum.

Jenderal bintang dua yang sering mendapatkan penugasan Luar Negeri seperti Jepang, Singapura, Thailand, USA, Iran, Malaysia, Kamboja, Australia, Vietnam, Kolombia, Perancis, Austria,dan India ini juga membahas awal mula seseorang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Dalam peredaran gelap narkoba bandar tidak langsung ditawarkan narkoba kepada seseorang. Awalnya mungkin lewat minuman dulu. Narkoba dimasukan ke dalam minuman seperti jus atau minuman yang lain.

Karena rasanya enak yang bersangkutan akan meminta lagi. Setelah 3 kali mencoba ia akan akan meminta lagi, namun kali ini yang bersangkutan diminta untuk membeli.

Sosok yang pernah mengungkap kasus penyelundupan narkoba di pantai ujung genteng Sukabumi tahun 2012 lalu ini memaparkan tentang program-program unggulan deputi bidang pencegahan.Salah satunya tahun ini BNN melalui desa bersinar akan melakukan pembinaan terhadap desa terluar.

BNN juga membentuk Relawan Anti Narkoba untuk membantu sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat. Relawan-relawan yang dibentuk akan dilatih oleh BNN untuk melakukan sosialisasi secara mandiri.

Ketahahan keluarga juga menjadi perhatian BNN. Untuk pembinaan ketahanan keluarga, orang tua dilatih untuk merubah perilaku anak menjadi lebih baik. Kenapa keluarga, karena apabila ada satu anggota keluarga yang terpapar narkoba akan memperngaruhi anggota keluarga yang lain jelas Anjan Pramuka

Tidak lupa Anjan Pramuka menyampaikan rean.id flatform digital yang mengajak anak muda untuk berkreasi menghindari penyalahgunaan narkoba. Melalui media itu anak muda diarahkan untuk melakukan aktivitas positif dengan membuat karya-karya seperti video, fotografi, dan artikel.

Anjan Pramuka berharap anggota BBT bisa menjadi pelopor dan mitra BNN dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.selain itu Anjan Pramuka juga mengajak anggota BBT untuk Peduli terhadap masyarakat yang menjadi korban covid 19 tutupnya. (ant)

- Advertisement -

TERBARU