Sri Haryati

Kastara.ID, Jakarta – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta senantiasa berupaya menjaga kestabilan harga di Jakarta.

Untuk itu, TPID Provinsi DKI Jakarta menggelar Capacity Building yang dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan Regional I DKI Jakarta dan Banten, Perum Bulog Wilayah DKI Jakarta Banten, Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya, dan jajaran Pemprov DKI Jakarta, serta 3 Direktur BUMD Pangan (Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya).

Sri Haryati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, mengatakan bahwa Capacity Building ini juga sebagai sarana untuk memperluas wawasan inovasi program pengendalian inflasi, sehingga dapat memperkuat peran TPID Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga kestabilan harga di Jakarta.

“Sebagai ibukota negara, aktivitas perekonomian di DKI Jakarta menjadi barometer kegiatan perekonomian bagi daerah lain di Indonesia. Pada 2021 kontribusi Jakarta sebesar 17,19% terhadap perekonomian nasional, karena itu kinerja ekonomi Jakarta memiliki peran sangat penting bagi perkembangan ekonomi nasional,” kata Sri Haryati dalam acara Capacity Building TPID DKI Jakarta seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta (21/6).

Sri menambahkan, peran Jakarta dalam menjaga inflasi nasional sangat besar. Hal ini terlihat dalam perhitungan Bank Indonesia (2020) yang menggunakan Survei Biaya Hidup 2018, bobot inflasi Jakarta terhadap nasional sebesar 27,33%.

“Pengendalian inflasi di Jakarta menjadi sebuah tantangan, sebab sebagai kota dengan karakteristik konsumen, sekitar 98% kebutuhan pangan dipasok dari luar Jakarta, artinya kerja sama antar daerah untuk memastikan ketersediaan stok dan pasokan sangat penting,” ujarnya.

Dari sisi harga, inflasi Jakarta pada tahun 2022 diperkirakan lebih tinggi daripada tahun 2021, seiring dengan membaiknya kondisi permintaan yang didorong aktivitas ekonomi yang lebih tinggi. Berdasarkan data inflasi dari BPS, tingkat inflasi daerah-daerah di Pulau Jawa pada Mei 2022 sebagian besar berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional dan berada dalam tren meningkat.

Namun, dari enam provinsi di Pulau Jawa, hingga Mei 2022, DKI Jakarta berhasil menjaga inflasi dalam sasaran target yaitu 2,27% (yoy) dan merupakan provinsi dengan inflasi terendah dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Jawa.

Inflasi spasial per Mei 2022 menunjukkan Jakarta berada di posisi nomor 2 terendah dari 34 provinsi se-Indonesia, artinya inflasi Jakarta masih berada dalam rentang target inflasi nasional dan upaya menjaga daya beli masyarakat dapat dipertahankan.

“Capaian nilai inflasi Provinsi DKI Jakarta yang tercatat sebagai inflasi terendah di Pulau Jawa ini merupakan hasil dari berbagai upaya kolaboratif yang dilakukan oleh TPID Provinsi DKI Jakarta, serta koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), juga TPID daerah lainnya melalui forum-forum yang ada. Koordinasi ini akan terus kami lanjutkan agar inflasi DKI Jakarta tetap terkendali dan mendukung tercapainya sasaran inflasi nasional sebesar 3% ± 1%,” terang Sri yang juga Wakil Ketua I TPID Provinsi DKI Jakarta.

TPID Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen secara konsisten menempuh langkah dan kebijakan konkrit dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi sesuai Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022-2024 melalui strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif. (hop)