Bahlil Lahadalia

Kastara.ID, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim ada 153 investor yang siap masuk ke Indonesia pada 2021 usai Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) disahkan. Dia menilai, investor tersebut dipastikan akan mengerek jumlah investasi dan lapangan kerja dalam negeri.

“Kami punya cadangan, ada 100 perusahaan lebih, 153 perusahaan yang mereka akan siap masuk di 2021,” ujar Bahlil, Jumat (23/10).

Meski tidak menyebutkan pasti target realisasi investasi tahun depan, namun ia memastikan angkanya lebih tinggi dari proyeksi tahun ini. Pada 2020, BKPM menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 817,2 triliun.

Selain dampak dari UU Cipta Kerja, ia menuturkan investasi tahun depan juga akan ditopang oleh rencana pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik (EV).

Secara umum, ia meyakini iklim investasi pada 2021 membaik. Pasalnya, pandemi covid-19 juga diyakini mulai reda tahun depan, sehingga mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya.

Sementara itu, hingga kuartal III 2020 realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp 611,6 triliun. Angka tersebut mencapai 74,8 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp 817,2 triliun. (mar)