Kastara.Id,Jakarta – Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kelembagaan Desa dan Kelurahan dan Pekan Inovasi Desa dan Kelurahan (Pindeskel) sebagai sarana dalam mempublikasikan serta menyebarluaskan informasi berbagai keberhasilan dan inovasi, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan Kelurahan maupun dunia usaha dalam memajukan Desa dan Kelurahan.

Penyelenggaraan Pindeskel diawali dengan laporan yang disampaikan oleh Mohammad Noval,Direktur Evaluasi Perkembangan Desa, serta dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Eko Prasetyanto Purnomo Putro, di Kantor Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/11).

Eko menyampaikan bahwa pelaksanaan Pindeskel memiliki arti penting sebagai wadah dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam pelaksanaan Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan di tingkat Provinsi maupun Pusat.

“Saya sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan tahun 2022 ini, mengingat bahwa 2 tahun terakhir tidak dilaksanakan karena adanya pandemic Covid-19”, pungkas Eko.

Peserta pada kegiatan tersebut terdiri dari 29 Provinsi yang menyelenggarakan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi, dengan 19 Provinsi mengisi booth stand yang telah disediakan, dimana masing-masing booth stand akan dilakukan penilaian dan pemberian penghargaan booth stand Pindeskel terbaik pada kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Desa dan Kelurahan tanggal 24 November 2022.

Diharapkan dengan kegiatan Pindeskel tersebut Desa dan Kelurahan dapat membangun semangat komunikasi antar Desa dan Kelurahan di setiap daerah, serta mendorong pengembangan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Desa dan Kelurahan.

“Prestasi dan inovasi yang telah dilakukan jangan sampai hanya berhenti di wilayah. Melalui Pindeskel ini diharapkan apa yang telah diraih tersebut dapat dipublikasikan dan menjadi informasi yang dapat ditiru dan dikembangkan oleh Desa/Kelurahan lainnya di seluruh Indonesia”, tutup Eko.