Beranda Headline Berita Hadapi Sulitnya Kondisi Ekonomi, Isuzu Fokus Penguatan Mendasar

Hadapi Sulitnya Kondisi Ekonomi, Isuzu Fokus Penguatan Mendasar

Kastara.id, Jakarta – Meskipun penjualan sedang mengalami masa sulit, Isuzu tetap fokus pada berbagai aktivitas mendasar. Di antaranya dengan memperkuat serta menyediakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, meningkatkan kualitas jaringan penjualan dan purna jual, serta pengembangan outlet dan penyediaan spare part juga service yang inovatif, seperti disampaikan pihak menejemen Isuzu dalam Isuzu Media Gathering 2017 yang berlangsung di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta (23/1).

“Efeknya dengan infrastruktur yang semakin memadai juga akan meningkatkan kebutuhan logistik masyarakat, juga merupakan peluang yang baik bagi segmen kendaraan komersial,” kata Direktur Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Takeo Shindo.

Hal ini dibuktikan pada tahun 2016 lalu dimana Isuzu meluncurkan produk Isuzu NMR 71 yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, New Isuzu MU-X, dan New D-MAX, serta terus meningkatkan pelayanan purna jual dengan memberikan program after sales yang menarik, walaupun tahun 2016 Isuzu mengalami penurunan pada angka penjualan menutup tahun 2015 dengan total pejualan sebesar 16.742 unit, kenaikan yang signifikan terjadi dalam penjualan D-MAX dimana pada tahun 2015 menyumbangkan angka penjualan sebanyak 498 unit dan tahun 2016 naik menjadi 1.465 unit.

Faktor ekonomi global yang tidak stabil memang memiliki dampak pada kondisi ekonomi domestik hingga menyebabkan stagnasi di berbagai sektor industri, hal ini juga dirasakan Isuzu yang mengalami penurunan angka penjualan seperti yang tercatat di bulan November 2016 lalu. Proyek infrastruktur yang tentunya menjadi harapan bagi ekonomi Indonesia lebih baik lagi karena ini menjadi lahan yang baik untuk penjualan karena pembangunan infrastruktur pasti banyak membuguhkan kendaraan komersial. (koes)

- Advertisement -

TERBARU

Pembangunan Berkelanjutan Bukit Peramun

Oleh: Jaya Suprana SEMENTARA Bukit Duri digusur atas nama pembangunan dengan mengorbankan rakyat, maka Bukit Peramun dibina atas nama pembangunan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan rakyat. ISTA Terberitakan...