PDIP

Kastara.ID, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani membagikan kaos kepada warga Jawa Barat dengan cara melempar dan wajah cemberut.

“Puan melempar kaos ke warga tersebut tentu sangat tidak terpuji. Sebagai Ketua DPR tidak seharusnya ia melakukan hal itu kepada rakyat,” ungkap M Jamiluddin Ritonga, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, Rabu (28/9).

Menurut Jamil, lebih tidak pantas lagi itu dilakukan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang mengklaim partai wong cilik. Puan seharusnya memperlakukan wong cilik dengan sangat santun dan menjunjung tinggi harkat wong cilik.

“Jadi, Puan terkesan tidak memanusiakan manusia. Hal ini tentu memberi contoh yang sangat tidak baik bagi masyarakat,” imbuh Jamil.

Jamil juga menambahkan, rakyat dipertontonkan cara pemimpin berperilaku layaknya di zaman kerajaan. Rakyat mendapat hadiah dari raja dalam situasi tidak setara.

Cara melempar kaos dengan melempar itu juga mengesankan ketidaksetaraan antara yang memberi dan yang diberi. Ada perbedaan kelas sosial sebagaimana lazimnya di zaman kerajaan.

Hal itu, lanjut Jamil, sudah tidak seharusnya terjadi di era demokrasi. Rakyat sebagai pemilik negara seharusnya diperlakukan secara manusia dengan harkat yang sama dengan pemimpinnya.

“Sayangnya hal itu tidak dilakukan Puan. Karena itu, caranya melempar kaos ke masyarakat layak dikecam karena tidak mencerminkan prinsip demokrasi, prinsip agama, dan budaya Indonesia,” pungkas pengamat yang juga mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini. (dwi)