ridwan

Kastara.Id,Depok – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil , turut merasakan harmonisasi kehidupan antar umat beragama di Kota Depok.

Gubernur Jawa Barat menilai, warga Depok hingga saat ini hidup rukun dan saling berdampingan serta saling harmoni dalam kehidupan beragama.

“Semua baik-baik saja, dinamika harus dikelola. Makanya yang kurang-kurang diperbaiki dan FKUB dikuatkan.

Yang namanya kerukunan beragama ini kan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi media juga harus mengedukasi masyarakat, karena terkadang permasalahan ada di akar rumput, tidak selalu di kebijakan. Namun secara umum kondusif,” ujar Ridwan Kamil usai melakukan pertemuan dengan tokoh agama se Kota Depok,di Gedung Baleka 1 Ruang Teratai , Rabu (28/9).

Ridwan mengakatan, jika ada perbedaan presepsi terkait indeks keagamaan di Depok, dirinya menyarankan pemerintah kota maupun FKUB melakukan survei tersendiri.

“Silahkan lakukan survei sendiri, lalu bandingkan indikator-indikatornya. Kalau ternyata masih kurang, bisa jadi introspeksi dan jika lebih bagus bisa dijadikan alat argumentasi. Harus bisa mempersepsikan karena menjadi objek saja, tapi harus juga melakukan tindakan,” imbuhnya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, berapapun banyaknya uang yang dimiliki pemerintah daerah, namun jika kehidupan beragama tidak harmonis dan suasana tidak kondusif, maka pembangunan tidak akan terlaksana.

“Kehidupan yang harmoni ini harus dapat dipertahankan, walau pun suku bangsa dan semua agama ada di Depok ini,” tandasnya.

Ketua FKUB Kota Depok, Idrus Yahya mengatakan, pihaknya merasa prihatin jika masih ada lembaga riset maupun lembaga survei yang menyebutkan Depok sebagai kota intoleran.

“Kami tidak melihat itu, justru di Depok kami hidup saling harmoni dan berdampingan, toleransi kami sangat tinggi. Jadi kami risih jika masih ada lembaga survei yang menyebut Depok kota intoleran,” tegasnya.