Beranda Headline Berita 11 Ribu Warga Banten Terjangkit HIV/AIDS

11 Ribu Warga Banten Terjangkit HIV/AIDS

Kastara.ID, Tangerang – Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten semakin meningkat. Disinyalir kondisi ini akibat prilaku sex menyimpang, seperti lesbian, gay biseksual, dan trangender (LGBT). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDSPDI) Banten mencatat, tahun ini penderita HIV/AIDS di Banten sebanyak 11.238 orang.

Dokter penanganan penderita HIV/AIDS RSUD Kabupaten Tangerang I Gede Raikosa menjelaskan, 75 persen penderita berada di wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan). Dari jumlah tersebut sebanyak 2.989 orang diketahui adalah penderita AIDS dan 298 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Saat mengikuti acara senam bersama di Tangerang City Mall dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia, Ahad (1/12), Raikosa menyebut ada perubahan tren penularsn HIV/AIDS. Sebelum 2016 penularan kebanyakan akibat jarum suntik dan narkoba. Namun kini penularan terbesar menurut Raikosa akibat prilaku LGBT.

Ada pula penularan yang terjadi akibat ibu-ibu mendapat ‘kado’ dari suaminya. Itulah sebabnya Raikosa mengajak semua pihak mencegah penularan HIV/AIDS. Caranya dengan rutin melakukan pengecekan. Selain itu faktor-faktor penyebab penularan juga harus diketahui dan dihindari.

Sementara itu Ketua PDSPDI Cabang Banten dr Edison Saragih mengatakan, peringatan Hari AIDS sedunia juga bertujuan mengajak masyarakat tidak mengucilkan atau mendiskriminasi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Edison menekankan, HIV/AIDS hanya menular melalui darah, hubungan seksual, lantaran bisa ditularkan lewat sperma atau cairan dari kelamin, serta air ASI.

Selain itu, Edison menekankan keterlibatan generasi muda dalam penanganan ODHA. Secara sosial, ODHA juga memiliki hak yang sama mendaoatkan pekerjaan dan kehidupan layak. (dha)

- Advertisement -

TERBARU

Jika Belum Siap, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Jangan Buka Sekolah

Kastara.ID, Jakarta — Penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang tampaknya masih membutuhkan waktu panjang membuat Pemerintah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan, salah satunya terkait pembelajaran di...