Stabilitas Harga Pangan di Jakarta Ditopang Kolaborasi Antar Daerah

Harga Pangan

Kastara.ID, Jakarta – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan berbagai potensi kolaborasi antar daerah bisa dilakukan, salah satunya kerja sama mewujudkan stabilitas harga pangan di Jakarta.

“Kita ingin ada stabilitas harga. Tapi, sesungguhnya ini adalah supply-demand. Demand kita tahu bertambah. Supply itu dari produsennya dan rantainya. Kita membagi tugas. SKPD memikirkan besaran demand-nya. BUMD memikirkan supply-nya. Dari situ, kita bisa memastikan pasokan di DKI Jakarta sesuai dengan kebutuhan,” terang Anies, Kamis (6/12).

Ia memberikan pandangannya saat menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi pertama Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang diselenggarakan di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Cegah Korupsi, Pemerintah dan KPK Sepakat Perkuat APIP Daerah

Melalui Raker APPSI, Gubernur Anies berharap kerja sama antar daerah antara Pemprov maupun BUMD Pangan (Food Station Tjipinang Jaya, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya) dapat mengamankan pasokan pangan termasuk menjaga stabilitas harga.

“Komoditas pangan strategis ini di Ibu Kota harus diamankan, karena implikasinya nasional. Ini sebabnya kita berharap banyak di sini. Jadi, kita ingin ada perluasan kerja sama untuk pasokan-pasokan pangan. Kita juga ingin ada kerja sama informasi antar daerah untuk pasokan dan harga. Jadi, kita bisa mengetahui demand yang ada dan supply yang mungkin muncul antar daerah. Harapan kita untuk forum ini ada potensi yang bisa kita kerja samakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Resmikan Desa Sadar Hukum, 17 Kelurahan di Jakarta Raih Penghargaan

Anies kemudian memaparkan, data kebutuhan pangan masyarakat Jakarta seperti komoditas beras, telur, daging, maupun sayur-mayur. Selama ini, kata Anies, telah melakukan kerja sama antar daerah untuk menjawab permintaan komoditas pangan di Jakarta, menyederhanakan mata rantai distribusi, melakukan operasi pasar maupun bazar, serta keterbukaan akses data komoditas melalui kanal Informasi Pangan Jakarta.

Perlu diketahui, agenda utama Raker APPSI kali ini adalah evaluasi pelaksanaan program kerja sama perdagangan produk unggulan antar daerah. Raker APPSI sendiri berlangsung sejak Rabu (5/12) sampai dengan Jumat (7/12) dan dihadiri oleh perwakilan 34 Pemprov seluruh Indonesia. Kegiatan ini pula dimeriahkan oleh bazar produk unggulan dari BUMD Pemprov DKI Jakarta, seperti MRT Jakarta, Dharma Jaya, Food Station Tjipinang Jaya, dan Dharma Jaya. (mar)