Anggota Dewan Diharapkan Atur Manajemen Waktu

Masa Persidangan III Tahun Sidang 2018-2019

Kastara.ID, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap seluruh Anggota DPR RI mengatur manajemen waktu dengan sebaik-baiknya. Pasalnya dalam bulan-bulan ke depan merupakan bulan-bulan politik, di mana para Anggota Dewan periode 2014-2019 yang mencalonkan kembali akan sangat disibukkan dengan perjuangan di daerah pemilihannya masing-masing.

“Mari kita atur manajemen waktu kita dengan sebaik-baiknya, gunakanlah waktu di akhir pekan secara optimal untuk turun ke dapil masing-masing. Sedangkan hari-hari kerja tetap digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas sebagai Anggota Dewan yang terhormat,” ujar Bamsoet, begitu ia biasa disapa, saat Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2018-2019 di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta (7/1).

Baca Juga:  Elit Politik Diminta Jaga Suasana Teduh dan Bermartabat

Sebelumnya, Bamsoet juga memaparkan beberapa tugas pengawasan yang masih harus diselesaikan oleh DPR RI, di antaranya melakukan proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon hakim konstitusi pengganti Wahiduddin Adams dan Aswanto yang akan segera berakhir masa jabatannya. Keduanya merupakan unsur hakim yang mewakili DPR RI di Mahkamah Konstitusi, oleh karena itu proses uji kelayakan dan kepatutan tersebut diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

Selain itu, lanjutnya, DPR RI juga akan memberikan pertimbangan terhadap calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara-negara sahabat sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan persahabatan Indonesia dengan negara-negara lain. Tidak hanya itu, terkait dengan pelaksanaan tugas Panitia Kerja yang dibentuk melalui Alat Kelengkapan Dewan, Tim Pemantau dan Tim Pengawas DPR RI, Bamsoet berharap untuk dapat menyelesaikan tugasnya pada masa persidangan ini.

Baca Juga:  Bamsoet: Kaji Secara Matang Rencana Zonasi Pendidikan

“Sehingga energi dan waktu kita dapat digunakan untuk menyelesaikan pembahasan RUU yang sudah dinantikan oleh rakyat,” ujar legislator Partai Golkar itu dalam pidatonya. (rya)