Wali Kota Depok Pun Sempat Bingung Saat Hendak Mencoblos

Nyoblos

Kastara.ID, Depok – Wali Kota Depok Mohammad Idris mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Rabu (17/4) pagi.

“Memang masih banyak yang kurang. Informasi yang saya terima ketika anggota panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) menyampaikan undangan Pemilu ke masyarakat banyak yang bertanya. Apalagi ibu-ibu katanya bagaimana ini cara nyoblosnya, katanya ada lima kertas. Artinya, di sini kan masyarakat masih awam,” ucap Idris sambil tersenyum.

Selain itu, ketika melakukan pencoblosan Idris mengaku kebingungan karena di dalam kertas suara ada banyak gambar Pasangan Calon (Paslon), sehingga membutuhkan waktu dan ketelitian di dalam bilik suara.

Baca Juga:  Idris: Kader PKK Adalah Pekerja Sosial Demi Kemajuan Kota Depok

“Tadi saya buka aja bingung saking banyaknya gambar, apalagi emak–emak yang sudah tua-tua,” candanya.

Idris menegaskan, kekurangan tersebut dijadikan pelajaran oleh KPU Depok. Sosialisasi Pemilu di berbagai media selama ini diakuinya sangat berpengaruh dan membantu, namun perlu ada sosialisasi langsung juga kepada masyarakat agar tidak asal coblos.

“Ketika lihat gambar banyak, pasti bingung mau pilih yang mana kalau nantinya asal-asalan (nyoblos) kan tidak bagus juga untuk sebuah pesta demokrasi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Idris menegaskan hingga kini terpantau antusias masyarakat Depok dalam mengikuti Pemilu 2019 sangat tinggi. Target capaian KPUD Depok dinilainya logis.

Di tempat terpisah di TPS 07, Nunung (53) salah satu warga Pancoran Mas mengaku senang bisa ikut nyoblos. “Saya akhirnya nyoblos Paslon Presiden yang sering liat di teve, untuk kertas yang lain saya tidak coblos, habis kebanyakan gambar, saya bingung,” ungkapnya. (*)