Tol Trans Jawa Mendukung Peningkatan Ekonomi Lokal

Tol Trans Jawa

Kastara.ID, Jakarta – Tersambungnya Tol Trans Jawa dari Merak–Grati, Pasuruan sepanjang 933 Km secara umum turut memperlancar arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Para pemudik mendapatkan manfaat dari berkurangnya waktu tempuh serta biaya operasional kendaraan seperti bahan bakar kendaraan maupun biaya penyusutan suku cadang kendaraan.

Beberapa pemudik melalui akun media sosialnya menyampaikan testimoninya di akun instagram Kementerian PUPR @kemenpu menggunakan Tol Trans Jawa. Di antaranya komentar dari pemilik akun @permakpojokjahit_id “Ntapplah..pagi ini br sja mamaku sampai dr sby-jogja hnya btuh wktu 4jm saja include istrhat, matur nuwun sanget pak basuki dan seluruh team, smgat menyatukan Indonesia”.

Pemilik akun lainnya @lendrasupardi memberikan komentar “Mantap saya otw Bekasi-Jepara hanya 7 jam lancar jaya. Kerja keras memang tidak mengecewakan hasilnya”.

Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan juga berimbas pada peningkatan ekonomi lokal seperti meningkatnya kunjungan ke lokasi-lokasi wisata maupun penjualan cinderamata dan kuliner khas daerah.

Baca Juga:  Puncak Arus Mudik Diperkirakan 31 Mei 2019

Rest Area KM 358 Sragen-Ngawi

Pembangunan jalan tol juga mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di rest area tol sehingga tidak hanya diisi oleh produk-produk asing. Contohnya di rest area KM 538 Tol Sragen-Ngawi yang diidominasi kuliner lokal seperti Soto Kwali, Lontong Opor, Soto Madura, Baso Malang dan Kopi lokal.

Disamping ekonomi lokal, dengan waktu tempuh lebih singkat serta berkurangnya biaya operasional angkutan logistik dapat mempertahankan industri tidak terpusat di Kawasan Industri seperti Karawang dan Cikarang namun bisa tersebar di daerah seperti Kabupaten Pemalang, Semarang, Kendal, Klaten, dan Sidoarjo.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa manfaat dari terbangunnya tol Trans Jawa ini tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antar kota, tetapi dapat di integrasikan dengan kawasan industri. Sehingga mendukung peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Baca Juga:  Tol Trans Jawa: Minta Tambah Gardu, Petugas Transaksi Tol, Rambu, dan Fasilitas ‘Rest Area’

“Tol Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik. Sehingga vendor, misalnya di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang supaya bisa dekat dengan pabrik utama,” kata Menteri Basuki saat mencoba jalur Trans Jawa beberapa waktu lalu.

Menteri Basuki juga bercerita, dirinya mendapatkan laporan dari salah satu rekannya yang merupakan pengusaha di bidang logistik bertempat tinggal di wilayah Jawa Timur, bahwa sebelum Tol Trans Jawa tersambung hingga Jawa Timur, pengiriman logistik hanya dilakukan satu hari sekali. Setelah adanya tol ini dapat melakukan pengiriman barang sebanyak tiga kali per hari.

“Tol Trans Jawa oleh seluruh rakyat Indonesia khususnya di Pulau Jawa karena akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time). Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan business plan lebih matang sehingga terbuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” pungkas Menteri Basuki. (put)