Menguji Robotik Siswa Madrasah di Depok Town Square

Kompetisi Robotik Madrasah

Kastara.id, Depok – Kompetisi Robotik Madrasah digelar hari ini di Depok Town Square (Detos). Kompetisi yang berlangsung dua hari, 3-4 November, dibuka oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.

Kecanggihan robot-robot buatan anak-anak madrasah, pada tingkatan Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD), Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP), dan Madrasah Aliyah (setingkat SMA) akan diuji kehandalannya dalam “Robot Rescue: Robot Mitigasi Bencana”.

Kamaruddin Amin dalam sambutannya berpesan, pendidikan madrasah harus mampu menjawab tantangan revolusi industri generasi ke-4 (4.0) yang berciri khas artificial intelligent seperti sekarang ini. Madrasah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam hal pendidikan agama dan moral, tetapi juga teknologi. Sekolah berciri khas Islam ini harus merespons perkembangan zaman dengan cara yang kongkret, di antaranya berkiprah dalam hal robotik yang berbasis artificial intelligent atau kecerdasan buatan.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki visi yang sangat kuat tentang pengembangan ilmu robotik ini. “Maka dari itu kita selalu memberikan fasilitas, mengadakan event, dan mendorong madrasah untuk terlibat jauh,” ujarnya, Ahad (4/11).

Di zaman milenial sekarang ini, semua sendi kehidupan tak bisa dilepaskan lagi dengan kecerdasan buatan, seperti masuk tol, bandara, mal, bank, dan di mana saja. Maka dari itu, pendidikan tidak boleh terisolasi dari realita sosial yang ada. “Kita berkomitmen membuat madrasah menjadi bagian dan berperan kongkret dalam revolusi industri ke-4 ini,” katanya.

Saat ini, lanjut Kamaruddin, bidang robotik menjadi salah satu prioritas Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KKSK) Kementerian Agama yang diterapkan di madrasah-madrasah di Indonesia. “Dengan peran pemerintah, maka teknologi kecerdasan buatan di lembaga pendidikan akan dikembangkan secara masif,” imbuhnya.

Salah satu bentuknya adalah lomba robotik ini, sebagai upaya agar siswa madrasah bisa mengaktualisasikan diri mengembangkan ilmunya untuk semakin berkreasi. “Hal ini penting karena robotik itu merangsang kreativitas dan memecahkan masalah-masalah dengan solusi berbasis komputer,” jelasnya.

Program kompetisi robotik telah digelar secara tahunan sejak tahun 2015 silam. Sejak itu telah lahir juara-juara robot di sekurang-kurangnya 10 event internasional termasuk ajang International Robotic Games di Indonesia tahun 2016 dan International First Global Challenge Olympic Robot Competition di Washington, Amerika Serikat, tahun 2017 lalu. (rud)