Food Station

Kastara.ID, Jakarta – PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sepakat untuk meningkatkan kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan dan optimalisasi pencegahan stunting di Ibukota

Direktur Utama PT FSTJ, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di klaster pangan, perusahaan menjalankan fungsi untuk mengamankan pasokan dari hulu dengan harapan di hilirnya juga dapat diserap oleh aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, termasuk yang bertugas di Dinas Kesehatan.

“Kami sinergikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam hal ini Dinas Kesehatan sebagai pemasok produk komoditi di rumah sakit-rumah sakit, serta program pencegahan stunting di Jakarta,” ujarnya, saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran PT FSTJ ke Kantor Dinas Kesehatan, Petojo, Jakarta Pusat (12/3).

Pamrihadi menjelaskan, PT FSTJ telah menyalurkan beras bagi sekitar 15.000 ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, masih perlu terus ditingkatkan sebagai bentuk kolaborasi nyata BUMD dan OPD.

“Ke depan kami berharap dapat memasok beras untuk seluruh pegawai Pemprov DKI Jakarta,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyambut baik kunjungan kerja yang dilakukan oleh jajaran PT FSTJ.

Menurutnya, ada beberapa program dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang mungkin bisa disinergikan. Salah satunya, pengadaan beras untuk pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan.

“Kami sangat mendukung program-program BUMD pangan Food Station dan kami selalu menyosialisasikan kepada para pegawai untuk memakai beras dari Food Station,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan juga akan dilakukan paparan dan sosialisasi dari PT FSTJ kepada karyawan maupun pegawai di 32 RSUD dan 44 Puskesmas yang berada di bawah Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Kami juga ada program prioritas penguatan dan pencegahan stunting untuk anak-anak sekolah. Program sarapan pagi untuk anak-anak sekolah ini dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan, saya kira bisa disinergikan dengan program Food Station,” tandasnya. (hop)