Angklung-Kolintang Arapia Manggung di Sea Festival Kamboja

Sea Festival Kamboja

Kastara.ID, Koh Kong – Perdana Menteri Hun Sen bersama para tamu VIP dan ratusan ribu pengunjung 7th Sea Festival di Provinsi Koh Kong, Kamboja (sekitar 7-8 jam perjalanan darat dari Ibu Kota Phnom Penh), menikmati Tari Janger disusul dengan penampilan musik angklung dan kolintang persembahan Pusat Kebudayaan Indonesia di Kamboja (Pusbudi) Nusantara yang dikelola KBRI Phnom Penh.

Saat Pembukaan Sea Festival (15/12), Tim Pusbudi berparade menarikan Saman dan Ondel-Ondel. Tim Pusbudi juga mempersembahkan lagu Angin Mamiri, Syantik, dan lagu populer di Kamboja Arapia yang mendapatkan sambutan meriah. Lagu Arapia yang diiringi Angklung dan Kolintang menghidupkan suasana Festival dan mengejutkan kita semua, komen para tamu yang bertepuk tangan seiring dengan alunan lagu.

Bahkan saat Penutupan (16/12), penampilan Angklung-Kolintang Arapia kembali memukau dan berhasil membuat Menteri Pariwisata Kamboja mengajak Dubes RI dan para tamu VIP menari bersama di atas panggung.

Tim kesenian Indonesia diundang secara khusus dan difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata Kamboja. “It is indeed our great pleasure to have Indonesian performance at Sea Festival 2018 in Koh Kong Province that made our event more colorful and successful. We hope to cooperate with you for next event soon for promoting either tourism or culture of our two nations,” ungkap pejabat tinggi Kementerian Pariwisata Kamboja yang merupakan Koordinator Pelaksanaan Sea Festival 2018.

Baca Juga:  Menyasar Pasar Kamboja Lewat Joint Venture Perusahaan Farmasi

“KBRI memanfaatkan Sea Festival yang dihadiri oleh sekitar 200 ribuan pengunjung baik turis lokal maupun internasional ini untuk lebih memperkenalkan seni budaya serta mempromosikan pariwisata dan kuliner Indonesia,” ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Sudirman Haseng.

Kemenpar RI memberikan dukungan berupa bahan-bahan promosi pariwisata termasuk suvenir-suvenir cantik Wonderful Indonesia untuk dibagikan kepada pengunjung stan setelah mereka berpartisipasi dalam aktivitas promosi seperti mengisi kuis, menulis kesan mengenai Indonesia, dan lain-lain.

KBRI bekerja sama dengan importir Kamboja Mekong N-E Marketing Co., Ltd menampilkan berbagai produk makanan yang diimpor dari Indonesia seperti Kopiko Coffee 3in1, Danisa Butter Cookies, Sando Chocolate Wafer, Roma Malkist, dan sebagainya yang sangat diminati pengunjung. WNI di Kamboja juga berkesempatan untuk promosikan jajanan khas Indonesia seperti nastar, kastangel, lidah kucing, kue sagu, dan lain-lain.

Baca Juga:  “Wonderful Indonesia” Pikat Pensiunan Denmark Liburan ke Indonesia

PM Hun Sen mengapresiasi negara-negara asing yang berpartisipasi dalam Sea Festival 2018, yaitu Indonesia, India, Thailand dan Vietnam yang merupakan cerminan solidaritas dan persahabatan dengan Kamboja. PM Hun Sen juga berharap akan lebih banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Kamboja, khususnya ke Propinsi Koh Kong serta menekankan pentingnya melestarikan dan melindungi sumber daya kelautan guna memaksimalkan pembangunan ecotourism yang berkelanjutan.

Selain untuk memperingati bergabungnya Kamboja dalam klub “Most Beautiful Bays in the World” (organisasi Les Plus Belles Baies Du Monde di Perancis), Sea Festival juga merupakan ajang promosi produk ekonomi, pariwisata dan seni-budaya. Dengan tema “Beautiful Bay, Happy People”, Sea Festival 2018 meliputi berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik dan tari serta pertandingan olah raga tradisional.

Baca Juga:  Reisgraag Award: Indonesia Dinobatkan Jadi The Best Destination

Terdapat 500 booth dari berbagai propinsi di Kamboja, instansi pemerintah/swasta, UKM dan negara asing, yaitu Indonesia dan Thailand. Kegiatan Sea Festival ini diselenggarakan dengan host bergantian antara empat wilayah yang terletak di kawasan pesisir, yaitu Koh Kong, Preah Sihanouk, Kep, dan Kampot.

Menurut data Kementerian Pariwisata Kamboja, pada tahun 2017, dari 5,602,157 turis internasional yang berkunjung ke Kamboja, lebih dari 740 ribu di antaranya mengunjungi kawasan pesisir. Pada tahun 2018, diperkirakan 920 ribu turis asing dan 3.5 juta turis lokal mengunjungi kawasan pesisir. Untuk Propinsi Koh Kong, diperkirakan akan dikunjungi oleh 90 ribu turis internasional dan sekitar 600 ribu turis lokal. Pemerintah Kamboja mengharapkan daerah pesisirnya akan menerima 3 juta turis mancanegara dan 6 juta turis lokal pada tahun 2030. (mar)