Rudiantara: Investasi Unicorn Untuk Masyarakat Indonesia

Decacorn

Kastara.ID, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menanggapi keresahan sebagian masyarakat tentang investasi unicorn di Indonesia. Menteri Rudiantara menegaskan tujuan investasi unicorn untuk masyarakat Indonesia.

“Jadi kalau ditanyakan unicorn untuk siapa, maka yang jelas adalah untuk masyarakat kita. Baik itu yang memudahkan aktivitas sehari-hari, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memanfaatkan teknologi digital,” ungkapnya dalam Forum Merdeka Barat 9 bertema “Investasi Unicorn untuk Siapa?” di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa, (26/2).

Menurut Rudiantara, kehadiran unicorn justru menjadi bagian penting untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial.

“Karena mereka (startup dan unicorn) mampu menyelesaikan permasalahan di Indonesia, menyelesaikan permasalahan masyarakat. Contoh Gojek, kenapa tidak ditutup? Karena mempermudah transportasi di Indonesia. Atau, apa mau Traveloka ditutup? Kan tidak,” kata Menteri Rudiantara.

Baca Juga:  Mendorong Konsolidasi Industri Telekomunikasi Indonesia

Menteri Rudiantara mencontohkan, salah satu unicorn di Indonesia yaitu Traveloka yang memudahkan masyarakat untuk memesan tiket pesawat, kamar hotel, atau lain sebagainya  hanya dengan aplikasi di gadget.

Menteri Rudiantara menjelaskan pertumbuhan startup digital dan unicorn di Indonesia sangat cepat, karena sejalan dengan perkembangan teknologi yang juga sangat cepat.

Meskipun demikian, Menteri Rudiantara menyatakan aplikasi teknologi yang dikembangkan bukanlah layaknya dewa, maka yang paling penting untuk dikembangkan adalah pola pikir kita.

“Karena itu kita harus dorong startup Indonesia, dari sini akan tumbuh pemikiran baru. Kalau startup sudah divaluasi secara bisnis, barulah kita bicara unicorn,” ucap Menteri Rudiantara.

Salah satu peran pemerintah, menurut Menteri Rudiantara adalah mempermudah masyarakat, apalagi masyarakat atau anak muda bangsa yang ingin mengembangkan bisnis digitalnya menjadi startup hingga menuju unicorn. Oleh karena itu, dalam hal perizinan, Kementerian Kominfo selalu memudahkan masyarakat.

Baca Juga:  SMF SATRIA Tingkatkan Konektivitas Layanan Publik  

“Pemerintah justru dari sisi regulasi mempermudah masyarakat, kalau ada yang sudah siap menjadi startup di Indonesia tidak perlu minta izin ke Kominfo. Ke Kominfo hanya registrasi, registrasinya pun online. Jadi kalau tidak perlu izin, ya tidak perlu izin, izinnya nanti di sektor. Contohnya fintech, izinnya ya ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” kata Menteri Rudiantara.

Selain itu, Menteri Rudiantara juga menjelaskan Pemerintah melalui Kementerian Kominfo terus berupaya memberikan fasilitas di bidang teknologi untuk masyarakat. Salah satunya melalui Program 1000 Startup Digital. Program itu ditujukan untuk menyiapkan pelaku-pelaku bisnis yang ingin menjadi startup dan unicorn.

“Kita fasilitasi masyarakat agar bagaimana mereka diinkubasi dan diakselerasi. Jadi, pemerintah saat ini melakukan akselerasi seperti banyaknya startup yang bagus-bagus dan berkualitas tapi masih minim pendanaan. Sehingga, program 1000 startup merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat,” ucap Menteri Rudiantara.

Baca Juga:  Konser John Mayer Sukses Dipenuhi 10 Ribu Penonton

Seperti yang diketahui, saat ini, Indonesia memiliki empat unicorn yakni Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia. Sementara startup digital terus bertambah setiap saat.

Menteri Rudiantara berharap, dalam waktu dekat salah satu di antara unicorn yang ada harus menjadi decacorn. Jika hal ini terjadi, menurut Rudiantara sudah jelas pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di era digital ini berkembang sangat baik. (rfr)