Beranda Headline Berita Mendorong Kesiapan UMKM 'Go Online' di Tengah Pandemi

Mendorong Kesiapan UMKM ‘Go Online’ di Tengah Pandemi

Kastara.ID, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, semua keluarga e-commerce mengalami tantangan yang sama, yaitu daya beli pasar yang menurun. Namun di sisi lain, gairah masyarakat UMKM untuk menjadi bagian dari e-commerce tetap meningkat. Meskipun kemudian harus dilakukan pemberdayaan, pembinaan, sekaligus peningkatan kesiapan bagi UMKM Go Online.

“Kesiapan serta motivasi UMKM Go Online inilah yang akan terus kita dorong dan upayakan dengan melibatkan Pemerintah dan masyarakat,” ucap Gus Ami, sapaan akrab Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini usai menerima Ketua Umum E-Commerce dan CEO LinkAja di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10).

Politisi Fraksi PKB itu juga mengatakan, setiap bisnis usaha pasti akan menemukan fase persaingan yang keras dan tinggi, tetapi hal itu bisa diatasi dengan peningkatan kualitas secara kompetitif. “DPR akan mendorong Pemerintah untuk memberikan stimulus-stimulus, baik melalui APBN maupun melalui aturan-aturan. Selain itu juga dengan kebijakan undang-undang yang mendukung lebih kondusifnya e-commerce,” tandasnya.

Aplikasi LinkAja atau sistem pembayaran uang elektronik yang telah diluncurkan Pemerintah memang dituntut untuk lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan e-commerce. Sistem pembayaran uang elektronik wajib kompetitif jika tidak ingin tertinggal dari e-commerce lainnya.

Fasilitas yang ditawarkan juga harus mampu memberikan kemudahan bagi konsumen sebagai langkah menghadapi persaingan yang ada. Dan yang tidak kalah penting adalah persoalan jaminan keamanan bagi pengguna aplikasinya. Keamanan nasabah harus lebih dioptimalkan jika ingin sistem e-commerce yang diterapkan itu dapat terus berkembang. (rso)

- Advertisement -

TERBARU

Djoko Tjandra Hanya Dituntut Dua Tahun Penjara karena Lanjut Usia

Kastara.ID, Jakarta - Terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Soegianto Tjandra dituntut dua tahun penjara. Djoktjan, panggilan Djoko Tjandra, dituntut dalam kasus dugaan pemalsuan...