Layanan Antar Buku

Kastara.ID, Jakarta – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Marunda akan mengadakan program Layanan Antar Buku di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara mulai April sampai November 2021 mendatang.

Warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda akan diberikan buku-buku bacaan dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan budaya membaca masyarakat di tengah keterbatasan aktivitas karena pandemi COVID-19.

Kepala Bidang Deposit Pengembangan Koleksi Layanan dan Pelestarian Dispusip DKI Jakarta, Bambang Chaidir mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi belum beroperasinya fasilitas perpustakaan saat ini, baik perpustakaan stasioner, keliling, maupun perpustakaan di RPTRA.

“Layanan Antar Buku ini supaya kebutuhan masyarakat terhadap informasi terutama dari buku tetap bisa kami berikan dan penuhi, sekaligus untuk meningkatkan budaya membaca,” ujarnya, Senin (29/3).

Bambang menjelaskan, Dispusip DKI Jakarta mempersiapkan sebanyak 1.200 sampai 2.400 buku bacaan yang akan didistribusikan ke seluruh unit hunian yang ada di Rusunawa Marunda.

Ribuan buku tersebut umumnya buku bacaan ringan yang terdiri dari buku inspiratif dan motivasi, buku tentang keterampilan, buku religi, fiksi, dan lain-lain.

“Kita berikan buku-buku yang dapat merangsang munculnya ide gagasan dan inovasi bagi pembacanya. Selain itu, ada juga buku religi karena menjelang bulan Ramadan. Diharapkan dengan aktivitas membaca dapat menghilangkan rasa jenuh dan menambah pengetahuan warga di Rusunawa Marunda,” ungkapnya.

Menurutnya, periode membaca dimulai pada Rabu sampai Ahad. Setiap hari Selasa buku-buku dikirimkan ke rumah warga. Kemudian, buku yang sudah dibaca dikembalikan pada hari Senin. Selanjutnya, buku yang sudah dibaca akan dikarantina selama satu pekan. Hari Selasa berikutnya warga lain akan diberikan buku bacaan yang sudah disiapkan.

Dispusip DKI Jakarta sudah mempersiapkan teknis perputaran atau sirkulasi buku yang akan dibaca penghuni rusunawa supaya mendapatkan informasi maupun bacaan yang beragam.

“Setelah mereka membaca, silakan mereka mengusulkan buku apa yang ingin mereka baca kepada kami sebagai bahan untuk melakukan seleksi buku pengadaan,” tandasnya. (hop)