Beranda Headline Berita COVID-19 di Indonesia Tembus 60 Ribu Orang dan Meninggal 3.036 Orang

COVID-19 di Indonesia Tembus 60 Ribu Orang dan Meninggal 3.036 Orang

Kastara.ID, Jakarta – Penambahan pasien positif virus corona di Indonesia masih terus terjadi. Bahkan jumlah penambahannya cenderung meningkat. Setiap hari pasien corona di Indonesia bertambah lebih dadi 1.000 orang. Akibatnya saat ini jumlah total warga yang terpapar virus corona atau Covid-19 sudah tembus angka 60 ribu orang.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan pada Jumat (3/7), pasien positif corona berjumlah 60.695 orang. Hal ini setelah terjadi penambahan 1.301 kasus baru.

Saat memberikan keterangan pers melalui kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jumat (3/7), Yuri menambahkan, dalam 24 jam terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 901 orang. Sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 27.568 orang.

Sedangkan korban meninggal dunia menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini bertambah sebanyak 49 orang. Sehingga tercatat korban meninggal dunia sebanyak 3.036 orang.

Sehari sebelumnya, Kamis (2/7) jumlah pasien positif terjangkit virus corona sebanyak 59.394 orang. Korban meninggal dunia mencapai 2.987 orang dan pasien sembuh sebanyak 26.667 orang.

Sementara itu lima provinsi dengan kasus positif corona terbanyak adalah Jawa Timur dengan 13.048 orang. Disusul DKI Jakarta sejumlah 11. 961. Selanjutnya, Sulawesi Selatan 5.559, Jawa Tengah 4.293,  dan Jawa Barat 3.374 orang.

Yuri menambahkan, penambahan kasus corona baru terbanyak berada di Jawa Timur dengan 353 kasus. Disusul Sulawesi Selatan dengan 180 kasus baru. Selanjutnya DKI 140, Jawa Tengah 134 kasus baru, dan Kalimantan Selatan dengan 110 kasus baru. (ant)

- Advertisement -

TERBARU

Menyoroti Belum Adanya Kebijakan Komprehensif Pemulihan Pariwisata

Kastara.ID, Jakarta - Terpuruknya sektor pariwisata akibat wabah virus Corona (Covid-19) , belum bisa cepat pulih karena pemerintah sendiri belum memiliki kebijakan komprehensif. Wakil...