“Ngenes”-nya Posisi Presiden Trump

Oleh: Mohammad AS Hikam

BELUM usai proses pemeriksaan Timsus (Special Counsel) Kementerian Kehakiman (Secretary of Justice), kini Komisi Intelijen dari Kongres AS (the House of Representatives) akan memeriksa Presiden Donald J. Trump dan pemerintahnya dengan seabreg persoalan yang telah diinventarisasi. Setidaknya ada 10 bidang yang akan diperiksa dengan 19 (sembilan belas) persoalan terkait dengan orang nomor satu di negeri Paman Sam tersebut (lihat tautan infografis di bawah).

Jika hasil pemeriksaan Kongres AS ini bisa memperkuat atau menambah apa yang sedang dilakukan oleh Timsus yang dipimpin oleh Robert Mueller di atas, maka akan makin beranak-pinaklah urusan sang Presiden dengan para hamba wet. Belum lagi berbagai pemeriksaan dari lembaga lain terhadap dirinya dan anggota keluarganya, serta orang-orang yang punya kaitan dengannya. Seperti misalnya kasus-kasus yang ditangani oleh Kantor Kejaksaan di New York bagian Selatan (US Attorney Office for the Southern District of New York) dan Pengadilan Negeri Distrik Virginia bagian Timur (US District Court for the Eastern District of Virginia).

Baca Juga:  Penyandang Dana Berita Hoaks Surat Suara Tercoblos Masih Dicari Polisi

Pertaruhan nasib politik Trump ini diawali dengan munculnya dugaan adanya pelanggaran dalam Pilpres 2016, yang membawanya ke singgasana Gedung Putih. Seperti diketahui, kandidat Presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, berhasil dikalahkannya dalam perhitungan jumlah suara di Electoral College. Donald Trump dinyatakan menang kendati secara hitungan suara pemilih (popular votes) sang mantan Ibu Negara unggul sekitar 3 juta suara!

Namun setelah Pilpres usai, muncullah berbagai indikasi bahwa telah terjadi pelanggaran dalam Pilpres yang diduga dilakukan oleh kubu Trump. Dalam pelanggaran tersebut, para agen intelijen Rusia, GRU, diduga terlibat dengan tujuan memenangkan Trump. Persekongkolan antara Trump dan agen rahasia Rusia pun terindikasi dari berbagai kasus, seperti hacking komputer di markas besar partai Demokrat, pembocoran informasi email Hillary Clinton melalui Wikileaks, dan lain-lain. Maka dibentuklah Timsus oleh Kementerian Kehakiman di bawah pimpinan oleh Robert Mueller yang sampai kini telah bekerja lebih dari satu setengah tahun lamanya.

Baca Juga:  Dilema Kampanye Kubu 02: Antara Retorika dan Platform Kerja

Dalam perkembangannya, ternyata pemeriksaan kasus itu berkembang jauh; bukan hanya soal kolusi dengan pihak asing (Rusia), yang jika terbukti akan membuka jalan kepada pemakzulan Presiden, tetapi juga bertambah lagi dengan berbagai dugaan pidana terkait dengan penyalahgunaan dana kampanye, pemberian uang kepada perempuan-perempuan teman kencan Trump, kebohongan terhadap pemeriksaan FBI dan Timsus Mueller, korupsi Yayasan Trump, dan lain-lain.

Rentetan pemeriksaan Timsus Mueller yang melibatkan Donald Trump dan Administrasinya; anggota keluarganya, para kolega dekatnya, dan pihak-pihak asing ini telah berhasil menjadikan tersangka puluhan orang. Jaksa Tinggi New York, Letitia James, bahkan berjanji akan membongkar semua tidak pidana yang dilakukan Trump dan keluarganya di wilayah negara bagian tersebut. Dan kini giliran DPR AS, yang pada saat ini didominasi oleh Partai Demokrat, melakukan pemeriksaan terhadap Trump.

Namun sampai saat ini belum ada satu pun dugaan kolusi yang benar-benar bisa ditimpakan kepada sang Presiden dan yang akan langsung bisa digunakan sebagai dasar hukum bagi pemakzulan beliau.

Baca Juga:  Demokrat Terancam Jika SBY Tak Bisa Diamkan Andi Arief

Tak pelak, dengan deras dan bertubi-tubinya tudingan dan pemeriksaan serta banyaknya kasus yang terkait dengan dirinya, sang Presiden ini benar-benar merasakan dampak negatifnya. Menurut laporan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga prestisius, popularitas dan “job approval” Trump pun kian tiarap: 36% (CNN); 38% (Gallup); dan 37% (Rasmussen).

Setelah kekalahan politik menghadapi perlawanan kubu partai Demokrat di Kongres, dalam kasus penutupan kantor Federal, beberapa minggu lalu, pamor politik Trump makin buram. Dan jika pemeriksaan Kongres ini sukses, maka akan makin “ngenes”-lah prospek politik Trump di Pilpres 2020. (*)

Simak tautan ini:

1. https://www.youtube.com/watch?v=AJZMulhoX9Q
2. https://edition.cnn.com/2019/02/07/politics/donald-trump-russia-congress-robert-mueller/index.html
3. https://www.nbcnews.com/politics/donald-trump/incoming-new-york-attorney-general-plans-wide-ranging-investigations-trump-n946706
4. http://www.rasmussenreports.com/public_content/politics/trump_administration/prez_track_feb07
5. https://news.gallup.com/poll/203207/trump-job-approval-weekly.aspx