TOT Pendampingan Bagi Atlet Penyandang Disabilitas Asian Para Games

Asian Para Games 2018

Kastara.id, Jakarta – Kementerian Sosial bekerja sama dengan Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC) dan para penyandang disabilitas yang ahli, menyelenggarakan pelatihan memahami perspektif disabilitas dan hospitality selama kegiatan Asian Para Games 2018 kepada 300 koordinator volunteer. Kegiatan dilaksanakan tanggal 11-13 September 2018 di Swiss-bell Hotel Jakarta.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada volunteers tentang perspektif disabilitas termasuk identifikasi hambatan, etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, serta pemahaman dasar tentang aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Asian Para Games adalah Pengganti Far East and South Pacific Games for the Disabled (FESPIC) yang merupakan multi event olahraga empat tahunan Asia dan pasifik selatan bagi disabilitas. FESPIC pertama kali diselenggarakan pada tahun 1975 dan berakhir pada 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Juga:  Lentera Api Obor Asian Para Games 2018 Diarak dari Mrapen ke Solo

Indonesia Asian Para Games 2018 (INAPG 2018) adalah ajang olahraga khusus atlet dengan disabilitas pertama tingkat Asia yang diselenggarakan di Indonesia dan merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk yang ketiga. Sebelumnya dilaksanakan di Guangzhou, China dan Incheon, Korea Selatan.

Narasumber ToT adalah Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos dan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK.

Peserta sebanyak 330 orang terdiri dari koordinator volunteers, volunteers, INAPGOC, dan diikuti pejabat struktural dan fungsional dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas.

Salah satu visi volunteers Asian Para Games adalah memberikan layanan prima kepada seluruh peserta. Sikap sopan dan ramah saja tidak cukup untuk memberikan layanan optimal kepada para peserta dengan disabilitas. Para volunteers penting dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang pelayanan optimal dan aksesibel bagi penyandang disabilitas yang membutuhkannya. (lan)